Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga
Dalam sekali produksi, kelompoknya mampu menghasilkan empat hingga lima ton pupuk padat. Mereka juga memproduksi pupuk organik cair yang mulai dipasarkan ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa melalui kerja sama dengan sejumlah mitra.
Pendapatan yang diperoleh memang tidak membuatnya hidup mewah. Namun bagi Mahyin, hasil itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Anak saya tiga orang. Yang paling besar sekarang kelas lima SD. Saya memang tidak punya banyak, tapi Alhamdulillah cukup untuk hidup dan menyekolahkan mereka," tuturnya sambil tersenyum.
Ada satu hal yang paling ia kenang setiap kali pulang bekerja.
Dulu, istrinya sering mengeluhkan bau yang menempel di tubuhnya sepulang dari rumah produksi. Kini, keluhan itu berganti menjadi kalimat yang selalu membuatnya bersemangat.
"Bau itu tanda rezeki kita hari ini."