Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga
Kalimat sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tetes keringat yang ia keluarkan bukan sekadar untuk menghasilkan pupuk, tetapi juga untuk menjaga harapan keluarganya tetap hidup.
Di balik aroma yang bagi sebagian orang terasa menyengat, Mahyin menemukan harga diri. Dari pekerjaan yang dahulu dipandang sebelah mata, ia mampu membesarkan anak-anaknya, membantu para petani memperoleh pupuk organik yang lebih ramah lingkungan, sekaligus membuktikan bahwa rezeki bisa datang dari tempat yang tak pernah dibayangkan.
Baginya, pekerjaan ini bukan lagi sekadar mengolah limbah.
Ini adalah cara mengubah sesuatu yang dianggap tak bernilai menjadi masa depan.
"Saya selalu bilang kepada anak-anak muda di sini, jangan gengsi bekerja. Dari kotoran sapi saja kita bisa hidup, asal mau berusaha," ujarnya.
Meski perjalanan itu tidak selalu mudah. Cuaca yang tak menentu kerap menghambat proses pengeringan pupuk. Banjir juga sesekali datang mengganggu produksi. Namun, tak sekali pun terlintas di benaknya untuk berhenti.