Menu

Bahas Ini, Pansus II DPRD Bengkalis Kunker ke Bandung

Dahari 13 Aug 2026, 15:24
Bahas Ini, Pansus II DPRD Bengkalis Kunker ke Bandung
Bahas Ini, Pansus II DPRD Bengkalis Kunker ke Bandung

RIAU24.COM - Dalam upaya memperluas wawasan dan memperoleh informasi dalam mengoptimalkan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Pansus II DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan pertemuan dengan DPRD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, di Ruang Kantor DPRD Kabupaten Bandung, Kamis 6 Agustus 2026 lalu.

Kedatangan Pansus II, disambut Joni Rohbiana, Perancang Perundang-Undangan Bagian Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Kabupaten Bandung beserta jajarannya.

Wakil Ketua III, H. Misno yang turut hadir, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan mendalami penyusunan Ranperda LP2B sehingga diperlukan berbagai saran dan masukan agar Ranperda yang disusun dapat lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Ketua Pansus II, Asep Setiawan, mengatakan DPRD Kabupaten Bandung telah memiliki dan menjalankan Peraturan Daerah (Perda) LP2B. Karena itu, melalui diskusi tersebut pihaknya ingin memperoleh masukan dan pengalaman dalam menyusun draf Ranperda LP2B agar lebih sempurna serta sesuai dengan target dan rencana yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam hal ini, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bengkalis, Syafrizal, memaparkan data kawasan lahan pertanian dan pangan di Kabupaten Bengkalis masih belum sepenuhnya signifikan. Hal tersebut karena sebagian besar lahan yang ada di Kabupaten Bengkalis berupa lahan sawit.

“Namun, hal ini menjadi tugas kita bersama untuk mendata setiap kawasan yang ada dengan melakukan pendataan secara langsung ke setiap daerah. Semoga dengan adanya pertemuan ini dapat menjadi langkah-langkah yang perlu kita laksanakan dalam penyusunan draf Ranperda LP2B,” ujarnya.

Halaman: 12Lihat Semua