Menu

Karhutla di Dayun Capai 6 Hektare, Lebih dari 200 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Lina 27 Aug 2026, 15:27
Karhutla di Dayun Capai 6 Hektare, Lebih dari 200 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
Karhutla di Dayun Capai 6 Hektare, Lebih dari 200 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api

RIAU24.COM - SIAK — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Siak. Kali ini, kobaran api melanda lahan milik Manto Sinaga di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai ±6 hektare.

Kebakaran diketahui pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 22.25 WIB. Memasuki hari kedua penanganan, tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD Siak, Yon TP/Brifing, Manggala Agni, BKSDA, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak kecamatan, PT BSP, PT Ekawana dan unsur terkait lainnya masih berjibaku memadamkan api.

Tak hanya melakukan pemadaman, petugas juga memperkuat upaya penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah kobaran api merambat ke areal di sekitarnya.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan kawasan gambut dan berbatasan langsung dengan areal PT BSP. Lokasi kebakaran berada pada koordinat 0.661988 N dan 102.074154 E.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan PT BSP yang tengah melakukan patroli di sekitar perbatasan areal kerja perusahaan. Setelah menemukan adanya titik api, petugas segera melaporkannya kepada Danru Security dan Vire HSE PT BSP.

Tim kemudian bergerak menuju lokasi dengan membawa kendaraan pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan awal.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Piket SPK bersama Piket Fungsi turut mendatangi lokasi setelah menerima informasi kebakaran di kawasan perbatasan antara areal PT BSP dan lahan masyarakat. Koordinasi langsung dilakukan untuk memperkuat proses pemadaman.

Namun, kondisi medan menjadi salah satu tantangan bagi petugas. Titik api berada cukup jauh dari posisi kendaraan pemadam. Selang mobil Damkar PT BSP bahkan belum mampu menjangkau seluruh titik api karena lokasi kebakaran berjarak sekitar 50 meter dari kendaraan.

Untuk mempercepat penanganan, berbagai peralatan dikerahkan. Di antaranya satu unit helikopter water bombing BNPB N-5193Y, mobil Damkar PT BSP, kendaraan patroli Polri dan Security, dua unit excavator PT BSP, satu unit excavator Pemda Siak, satu unit excavator PT Ekawana, sembilan unit mesin mini strike serta satu unit mesin Mastri.

Kekuatan personel yang turun ke lapangan juga cukup besar. Lebih dari 200 personel dilibatkan dalam operasi tersebut, terdiri dari unsur Polres Siak, TNI, Yon TP/Brifing, Security dan Damkar PT BSP, PT Ekawana, Manggala Agni, BPBD, BKSDA, pihak kecamatan serta MPA.

Berdasarkan keterangan Marudut Siringo-Ringo selaku penjaga kebun dan Tubagus selaku Security PT BSP, lahan yang terbakar merupakan milik Manto Sinaga yang dikelola oleh pemiliknya dan berbatasan langsung dengan areal PT BSP.

Api Masih Menyala

Hingga laporan penanganan dibuat, sejumlah titik api masih ditemukan menyala di sekitar lahan sawit dan kawasan hutan. Tim gabungan pun terus melakukan pemadaman, pendinginan dan penyekatan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar terkendali sekaligus mencegah munculnya titik api baru dan merambatnya kebakaran ke kawasan lain.

Kodim 0322/Siak bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan pengerahan personel di lapangan. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan percepatan pemadaman serta pencegahan meluasnya kebakaran.

Kondisi lahan gambut menjadi perhatian serius karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan sulit terlihat secara kasatmata. Karena itu, proses pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan meski kobaran api di permukaan mulai berkurang.

TNI bersama seluruh unsur gabungan berkomitmen untuk terus bersinergi dalam penanggulangan Karhutla. Upaya tersebut dilakukan demi melindungi keselamatan masyarakat, menjaga lingkungan dan mencegah meluasnya dampak kebakaran di wilayah Kabupaten Siak.

Penanganan Karhutla di Dayun menjadi gambaran bahwa upaya memadamkan api bukan hanya soal memadamkan kobaran yang terlihat, tetapi juga memastikan bara di lahan gambut tidak kembali menyala dan mengancam wilayah di sekitarnya.