Menu

Ditanya Soal Ditahannya Dokumen WNA Malaysia, Imigrasi Bengkalis Mengaku Diperintah Pimpinan

Dahari 3 Sep 2026, 15:22
Ditanya Soal Ditahannya Dokumen WNA Malaysia, Imigrasi Bengkalis Mengaku Diperintah Pimpinan
Ditanya Soal Ditahannya Dokumen WNA Malaysia, Imigrasi Bengkalis Mengaku Diperintah Pimpinan

RIAU24.COM - Pemeriksaan terhadap dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia, Suriani Binti Umar dan anaknya, Hafiz Bin Zulkefli, yang dituduh melakukan dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Suriani Binti Umar dan anaknya di tuduh oleh suami dari Safira Amira bernama Hamal Yasak warga Rupat disangka telah melarikan istrinya untuk dibawa ke Malaysia

Menurut informasi wartawan Riau24.com dari orang tua Safira Amira bernama Sanah asal warga Desa Mesim Rupat bahwa Hamal Yasak telah melapaskan penceraian ke Safira Amira dengan talak 3 saat di hadapan kedua belah pihak keluarga.

"Anak saya itu telah disuruh pulang kerumah kami oleh keluarga Yasak. Selama lebih kurang 4 bulan, Yasak itu tidak pernah manafkahi anak saya Mira. Dan mereka juga sudah pisah ranjang selama lebih kurang 4 bulan," ungkap singkat orang tua kandung Safira Amira bernama Sanah, Kamis 3 September 2026.

Terpisah, petugas Imigrasi yang bertugas di Pelabuhan BSSR Selat Baru, I Made Gusti Parlin yang mencegat keberangkatan dua WNA malaysia tersebut mengaku tidak mengetahui bentuk maupun isi laporan yang menjadi dasar pemeriksaan terhadap kedua WNA tersebut.

"Saya juga tidak mengetahui bentuk laporannya seperti apa, itu semua perintah pimpinan," ujar I Made, Rabu 2 September 2026 malam.

Halaman: 12Lihat Semua