Mediasi Buntu, Warga Lalang Green Land 1 Sepakat Bangun Kembali Tembok yang Dijebol untuk Akses Proyek BTS
Keresahan warga semakin meningkat pascapembongkaran tembok. Selama ini, tembok tersebut berfungsi ganda, yakni sebagai pembatas kawasan sekaligus pelindung perumahan dari aliran air sungai di sekitar lokasi.
Sejak tembok dibuka, warga khawatir luapan air sungai akan lebih mudah masuk ke lingkungan perumahan, terutama saat debit air meningkat. Pada mediasi kedua, warga sempat menawarkan solusi berupa pembangunan jalan gundukan yang juga berfungsi sebagai tanggul penahan air. Saat itu, pihak pondok disebut menyatakan kesediaan ikut menanggung biaya pembangunan secara gotong royong. Namun, hingga mediasi ketiga digelar, realisasi solusi tersebut belum juga terlihat.
Warga Sepakat Kembalikan Tembok
Setelah tiga kali upaya dialog tanpa hasil dan ketidakhadiran pihak lawan pada mediasi terakhir, warga mengambil keputusan tegas. Salah satu pengurus kompleks, Dr. M. Rizal, menyatakan bahwa keputusan membangun kembali tembok merupakan bentuk tanggung jawab warga terhadap keamanan lingkungan dan upaya antisipasi banjir.
"Kami sudah membuka ruang dialog sampai tiga kali, tetapi malam ini pimpinan mereka tidak hadir. Sesuai kesepakatan bersama, demi keamanan dan mengantisipasi banjir masuk ke kompleks, kami warga Lalang Green Land 1 memutuskan akan membangun kembali tembok yang dijebol tersebut," ujar Dr. M. Rizal.
Warga menyatakan siap melakukan gotong royong untuk menutup kembali akses yang sebelumnya dibuka.