Menu

Kabinet Bayangan Kritik Penanganan Karhutla, Soroti Tata Kelola Lahan hingga Minimnya Data Korban

Zuratul • 13 Oct 2026, 15:38
Direktur Jenderal Kampanye dan Advokasi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. (Foto: ZuratulAiniRodhiah/ss)
Direktur Jenderal Kampanye dan Advokasi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. (Foto: ZuratulAiniRodhiah/ss)

Ia mengusulkan agar pemerintah menyediakan dasbor atau pembaruan informasi secara rutin yang memuat kondisi kualitas udara, jumlah warga terdampak, kebutuhan layanan kesehatan, serta langkah penanganan yang telah dilakukan.

Irma menilai, pengalaman penanganan pandemi Covid-19 semestinya dapat menjadi pelajaran mengenai pentingnya pembaruan data secara berkala. Informasi yang terbuka memungkinkan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menentukan langkah yang lebih tepat.

"Yang penting transparansi itu bagaimana menyampaikan informasi, terutama informasi yang terkait dengan polusi asap, keparahan kesehatan, kebutuhan kesehatan, kesembuhan, juga upaya relokasi," kata Irma.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak paparan asap tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Selain gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), paparan polusi udara dapat memperburuk kondisi orang yang memiliki penyakit penyerta, termasuk penyakit jantung.

Karena itu, menurut Irma, pemerintah perlu memastikan layanan kesehatan tersedia bagi masyarakat terdampak, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Ia turut mendorong penyediaan alat pelindung, masker, oksigen, serta dukungan bagi tenaga kesehatan dan petugas yang bekerja di wilayah terdampak.

Halaman: 234Lihat Semua