Menu

Kabinet Bayangan Kritik Penanganan Karhutla, Soroti Tata Kelola Lahan hingga Minimnya Data Korban

Zuratul • 13 Oct 2026, 15:38
Direktur Jenderal Kampanye dan Advokasi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. (Foto: ZuratulAiniRodhiah/ss)
Direktur Jenderal Kampanye dan Advokasi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. (Foto: ZuratulAiniRodhiah/ss)

Pada bagian akhir diskusi, para pembicara menyampaikan sejumlah rekomendasi, mulai dari penyelamatan warga terdampak, penguatan layanan kesehatan, keterbukaan data, hingga pemulihan lahan gambut.

Mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan pengelolaan lahan dan memastikan pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.

Irma menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menyampaikan kondisi sebenarnya kepada publik. Menurut dia, pengakuan terhadap besarnya persoalan diperlukan agar bantuan dan koordinasi penanganan dapat dilakukan secara lebih luas.

Sementara itu, Arman mendorong pemerintah memperkuat kapasitas daerah dan memastikan kebijakan penanganan bencana didasarkan pada data, bukan keputusan yang tidak ditopang perencanaan memadai.

Forum Kabinet Bayangan juga mengajak masyarakat menyampaikan pengaduan mengenai dampak karhutla melalui kanal media sosial mereka. Pengaduan tersebut direncanakan dihimpun sebagai bahan untuk menyusun rekomendasi kebijakan.

Para pembicara menilai penanganan karhutla membutuhkan lebih dari sekadar pemadaman. Pencegahan, pemulihan lingkungan, perlindungan kesehatan, dukungan ekonomi, dan perbaikan tata kelola dinilai perlu berjalan bersamaan agar bencana serupa tidak terus berulang.

Sambungan berita: (zar)
Halaman: 678Lihat Semua