Bupati Bengkalis Kasmarni Hadir Pada Hari Jadi Siak ke 27
Budaya Melayu, lanjutnya, bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Riau, tetapi juga merupakan fondasi kehidupan yang mengajarkan nilai kesantunan, persaudaraan, musyawarah, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut perlu terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Bagi kita di Provinsi Riau, budaya Melayu merupakan pemersatu yang memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya, sekaligus menjadikannya sebagai landasan dalam membangun daerah yang harmonis, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kasmarni juga berharap, hubungan silaturahmi dan sinergi antara Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak dapat terus terpelihara dengan baik. Menurutnya, kebersamaan antardaerah merupakan salah satu modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan daerah tentu membutuhkan kebersamaan, komunikasi, dan kolaborasi. Dengan semangat persaudaraan dan saling mendukung, kita berharap setiap daerah dapat terus berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki, tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan kita bersama,” tambah Hj Kasmarni.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Arif Eka Saputra, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Roni Rahmat, serta Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji.
Hadir pula mantan Gubernur Riau Wan Abu Bakar dan H. Syamsuar, mantan Bupati Siak H. Alfedri, mantan Wakil Bupati Siak Husni Merza, serta Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin serta para Tokoh Masyarakat, Ketua Ormas, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita di Kabupaten Siak.