Menu

Sahroni Minta MUI Kaji Ulang Penolakan Konser Andrea Bocelli, Singgung Dampak Ekonomi

Zuratul • 15 Oct 2026, 11:55
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI). (X/Foto)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI). (X/Foto)

RIAU24.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertimbangkan kembali sikapnya terhadap konser penyanyi tenor Andrea Bocelli. Sahroni menilai, konser tersebut tidak berkaitan dengan Israel dan berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia.

Pernyataan Sahroni itu muncul setelah Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis mengkritiknya karena meminta MUI fokus mengurus sertifikasi halal ketimbang ikut mempermasalahkan penyelenggaraan konser.

“Terkait konser Andrea Bocelli dan adanya penolakan dari MUI, kan dia juga sudah mengklarifikasi bahwa konsernya ini tidak terkait Israel dan dilandasi oleh rasa seni semata,” kata Sahroni saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).

Sahroni meminta MUI tidak terburu-buru mengambil sikap hanya berdasarkan informasi yang beredar. Ia mendorong MUI mempelajari sosok Andrea Bocelli serta mempertimbangkan klarifikasi yang telah disampaikan.

“Jadi saya minta ini juga dipertimbangkan oleh MUI dalam kebijakannya. Jadi MUI hendaknya mendalami sosok penyanyi ini dengan baik dan jangan hanya mendengar dari selentingan kabar tanpa menghiraukan fakta-fakta dan klarifikasi yang sudah ada,” ujarnya.

Menurut Sahroni, konser Andrea Bocelli bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Ia menilai, penyelenggaraan konser membutuhkan persiapan panjang dan biaya besar, terlebih acara tersebut telah dinantikan para penggemarnya.

“Karena ini bukan acara kecil, bukan sebatas dia datang konser lalu pulang, tapi ini acara yang tentunya telah ditunggu para penggemar, belum lagi mempersiapkannya juga tidak sebentar, dan pasti sudah mengeluarkan banyak biaya,” kata Sahroni.

Selain itu, Sahroni menyoroti potensi dampak ekonomi dari penyelenggaraan konser tersebut. Ia menilai, aspek itu perlu menjadi pertimbangan sebelum muncul keputusan yang dapat memengaruhi pelaksanaan acara.

“Selain itu saya yakin dampak ekonomi yang dihasilkan juga tidak kecil. Jadi hal-hal seperti ini jangan dikesampingkan hanya karena melihat dari rumor dan gosip yang ada,” tuturnya.

(zar)