Menu

Felix Siauw Sebut Andrea Bocelli Dukung IDF, Desak Pemerintah Batalkan Konser usai Penolakan Tegas dari MUI

Zuratul • 15 Oct 2026, 14:06
Felix Siauw Sebut Andrea Bocelli Dukung IDF, Desak Pemerintah Batalkan Konser di Indonesia. (Foto: YouTube/FelixSiauw)
Felix Siauw Sebut Andrea Bocelli Dukung IDF, Desak Pemerintah Batalkan Konser di Indonesia. (Foto: YouTube/FelixSiauw)

RIAU24.COM - Felix Siauw mengecam rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Ia mendesak pemerintah membatalkan konser tersebut lantaran menilai Bocelli memiliki keterkaitan dengan penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF), militer Israel yang menjadi sorotan atas operasi militernya di Gaza.

Dalam video berjudul “Konser Musisi Zionist Disuport Kementerian? Serius nih?” yang diunggah melalui kanal YouTube-nya, Felix mempertanyakan dukungan sejumlah sponsor dan kementerian terhadap konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour tersebut.

Ia menyebut konser itu melibatkan Bank SMBC Indonesia dan Bank Negara Indonesia (BNI), serta mendapat dukungan Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Kebudayaan.

Menurut Felix, persoalan konser tersebut tidak bisa dipandang sebatas pertunjukan musik. Ia menyoroti catatan Bocelli yang pernah tampil dalam acara penggalangan dana untuk Friends of the Israel Defense Forces (FIDF), organisasi yang memberikan dukungan kepada personel militer Israel.

Laporan Jewish Journal pada 10 Desember 2010 mencatat Bocelli tampil dalam acara gala penggalangan dana FIDF di Los Angeles, Amerika Serikat. Acara tersebut dilaporkan menghimpun dana hampir 9 juta dollar AS untuk organisasi itu.

Bagi Felix, keterlibatan Bocelli dalam acara tersebut merupakan persoalan serius karena berkaitan dengan dukungan terhadap militer Israel, yang ia tuding bertanggung jawab atas pembunuhan warga Palestina di Gaza.

“IDF bertanggung jawab atas pembunuhan manusia. Dan orang ini menggalang dana untuk IDF,” kata Felix dalam video tersebut.

Felix bahkan menggunakan kecaman keras terhadap Bocelli. Ia menyebut orang yang membantu aktivitas militer yang dianggapnya melakukan kejahatan kemanusiaan sebagai “iblis”.

Ia juga menolak anggapan bahwa masyarakat cukup menikmati musik tanpa mempersoalkan latar belakang atau sikap politik musisi yang tampil.

Untuk menjelaskan pandangannya, Felix mengajukan perumpamaan tentang seseorang yang membunuh anggota keluarga, kemudian membuka restoran. Ia mempertanyakan apakah orang akan tetap bersedia makan di tempat tersebut atau menerima makanan yang diberikan oleh orang itu.

Menurut Felix, masyarakat seharusnya tidak memisahkan hiburan dari persoalan kemanusiaan ketika ada dugaan keterkaitan dengan pihak yang dianggap bertanggung jawab atas penderitaan warga sipil.

Felix Kritik Sponsor dan Kementerian

Felix juga mengarahkan kritik kepada bank dan kementerian yang disebut mendukung konser tersebut. Ia mempertanyakan pertimbangan lembaga-lembaga itu memberikan dukungan di tengah konflik Israel-Palestina.

Ia secara khusus menyebut BNI dan SMBC Indonesia serta meminta ketiga kementerian yang dikaitkannya dengan konser tersebut untuk bertanggung jawab.

Dalam pernyataannya, Felix bahkan menuding para sponsor ikut bertanggung jawab atas pembunuhan yang terjadi di Gaza karena mendukung acara yang menghadirkan sosok dengan rekam jejak tersebut.

“BNI, kalian mensponsori pembunuhan orang,” ujar Felix dalam kecamannya terhadap dukungan sponsor.

Pernyataan itu merupakan penilaian Felix terhadap konsekuensi dukungan sponsor, bukan bukti bahwa bank-bank tersebut secara langsung membiayai operasi militer Israel.

Felix juga mempertanyakan apakah dukungan terhadap konser itu benar-benar akan meningkatkan reputasi perusahaan. Ia menilai sponsor semestinya mempertimbangkan dampak sosial dan kemanusiaan sebelum memberikan dukungan terhadap suatu acara.

Ia meminta Presiden Prabowo Subianto dan kementerian terkait mengambil tindakan untuk menghentikan penyelenggaraan konser. Felix bahkan menginginkan alasan pembatalan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

Menurut dia, pembatalan seharusnya menjadi pernyataan sikap bahwa Indonesia berdiri bersama Palestina dan menolak tindakan yang dianggap bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Serukan Boikot Jika Konser Tetap Berlangsung

Felix turut menyerukan boikot terhadap pihak-pihak yang terlibat apabila konser tetap digelar. Ia memperingatkan bahwa pembiaran terhadap kegiatan yang dipersoalkan tersebut dapat membuat dukungan terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai Zionis semakin dianggap normal di Indonesia.

Ia juga menanggapi kritik terhadap keterlibatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam polemik konser. Menurut Felix, persoalan tersebut bukan sekadar urusan halal atau haram, melainkan juga menyangkut kepedulian terhadap Palestina.

Felix mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang sebagai bangsa yang pernah mengalami penjajahan. Karena itu, menurut dia, solidaritas terhadap rakyat Palestina seharusnya menjadi pertimbangan dalam menyikapi polemik tersebut.

“Kalau kemarin bisa dibatalkan, kenapa sekarang tidak bisa?” kata Felix, mendesak pemerintah mengambil keputusan.

(zar)