Dua Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Pertanyakan Kopdes dan MBG, Rocky Bicara Oligarki
Ia membandingkan mekanisme tersebut dengan ritel modern yang, menurutnya, keuntungan usahanya mengalir kepada pemodal.
“Kalau ritel modern, semua keuntungan diambil oleh pemodal. Tapi Kopdes 100 persen dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat di desa,” kata Yandri.
Meski demikian, pertanyaan mahasiswa mengenai keberlanjutan usaha Kopdes belum berhenti. Mereka meminta pemerintah menjelaskan bagaimana koperasi dapat bertahan setelah dukungan dan pengendalian pemerintah dikurangi.
Mahasiswa pertanyakan harga subsidi dan rencana keluar dari ketergantungan
Dalam sesi tanya jawab, seorang mahasiswa dari BEM UPN Veteran Yogyakarta, Richard, menyampaikan bahwa persoalan utama masyarakat bukan selalu ketiadaan lembaga distribusi, melainkan ketidakmerataan harga dan akses barang kebutuhan pokok.
Menurut dia, pemerintah seharusnya memastikan terlebih dahulu agar harga barang bersubsidi dapat sama di berbagai daerah.