MSCI Ancam Bakal Turunkan Status Indonesia, OJK Klaim Reformasi Bursa Bukan karena Tekanan
"Kalau Mas lihat data-data dibandingkan negara lain, kita cukup baik kok, gitu," katanya.
Namun, dalam pernyataannya tersebut, Friderica tidak merinci indikator maupun data perbandingan yang menjadi dasar penilaiannya. Karena itu, klaim tersebut belum cukup untuk menjawab seluruh kekhawatiran yang disampaikan MSCI.
Friderica juga mengakui masih ada aspek yang belum memenuhi harapan, khususnya dalam penegakan aturan atau enforcement. Sebagai bukti langkah penindakan, ia merujuk pada pengumuman denda terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia yang disampaikan OJK pada Jumat sebelumnya.
"Mungkin ada yang masih belum, ya itu tentang, eh, belum sebagaimana yang diharapkan tentang enforcement. Tapi kan kemarin, Jumat kemarin udah kita umumkan denda terbesar sepanjang sejarah pasar modal," ujarnya.
Pengenaan denda tersebut menunjukkan adanya langkah penindakan oleh regulator. Namun, besarnya sanksi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa persoalan integritas dan pengawasan pasar telah terselesaikan. Efektivitas penegakan aturan juga bergantung pada konsistensi pengawasan, kepastian sanksi, serta kemampuan mencegah pelanggaran serupa terulang.
Di sisi lain, Indonesia masih menunggu keputusan final MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar. Friderica menegaskan OJK bersama pemerintah akan terus berupaya mempertahankan posisi Indonesia sebagai emerging market.