Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Perkuat Ekosistem Bank Sampah melalui Konsolidasi FORSEPSI
Turut hadir memberikan sambutan, Sekretaris Jenderal FORSEPSI, Apriliawati. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan sambutan dan dukungan terhadap upaya penguatan jaringan Bank Sampah melalui kolaborasi bersama Pegadaian. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat peran FORSEPSI dalam mengembangkan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru yang menghadirkan Rima Septisia, S.T., M.T., selaku Pengendali Dampak Lingkungan. Sesi ini menjadi ruang berbagi informasi dan wawasan mengenai pengelolaan lingkungan serta penguatan peran Bank Sampah dalam mendukung upaya pengelolaan sampah di daerah.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan M. Rizky Ramadhan, Branch Manager Pecuniary PT Medan Bioenergi Nusantara, sebagai mitra offtaker. Dalam sesi diskusi, peserta memperoleh perspektif mengenai pentingnya membangun rantai pemanfaatan sampah melalui kemitraan dengan offtaker. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang pemasaran hasil pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomis material yang dikumpulkan dan dikelola oleh Bank Sampah.
Sebanyak 20 Bank Sampah Induk yang hadir terdiri atas 3 Bank Sampah dari Provinsi Riau, 6 Bank Sampah dari Provinsi Sumatera Barat, dan 11 Bank Sampah dari Provinsi Kepulauan Riau. Keberagaman wilayah peserta menjadi potensi untuk memperluas jejaring komunikasi, berbagi praktik pengelolaan, serta membangun kerja sama lintas daerah dalam pengembangan Bank Sampah Binaan Pegadaian.
Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara Bank Sampah Binaan, FORSEPSI, pemerintah daerah, dan mitra offtaker. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah yang lebih produktif, memperkuat rantai ekonomi sirkular, serta meningkatkan kontribusi Bank Sampah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang berdaya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan kepedulian lingkungan, Pegadaian terus berupaya menghadirkan nilai tambah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.