Menu

Drainase dan Sampah, Masalah Krusial di Kota Pangkalan Kerinci

20 Feb 2019, 18:23
Drainase yang kurang memadai di kota Pangkalan Kerinci/int
Drainase yang kurang memadai di kota Pangkalan Kerinci/int

RIAU24.COM -  PELALAWAN - Keluhan utama masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci adalah masalah drainase yang belum ada atau tersumbat, dan masalah pengolahan sampah.

"Masalah yang krusial yang disampaikan dan masukan warga dalam musrenbang tingkat Desa dan Kelurahan, adalah drainase dan sampah," kata Camat Pangkalan Kerinci Dodi Asma Putra, dalam pembukaan Musrenbang RKPD kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (19/2/2019) kemarin.

Masalah genangan air ini kata Camat Dodi, bukan persoalan  baru. Dari dulu, banyak genangan air jika hujan lebat mengguyur kota Pangkalan Kerinci.

"Penyebabnya, drainase kita yang kecil, tersumbat atau memang belum ada drainasenya. Jadi jika hujan, maka akan ada lah genangan air di kota ini," tambah Dodi.

Demikian juga dengan sampah, banyak tumpukan sampah di pinggir-pinggir jalan.

"Ini juga disebabkan oleh kurangnya kesadaran warga kita dan rasa memiliki terhadap kota Pangkalan Kerinci, sehingga masih tega membuang sampah sembarangan," imbuh Camat Dodi.

Dodi mengharapkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya Perbub tentang pengelolaan sampah ini sudah ada dan sudah berjalan.

Warga katanya, diminta meletakan sampah rumah tangganya di depan rumah masing-masing, petugas nanti yang akan mengangkatnya. Dan sesuai Perbub, warga diminta membayar iuran retribusi sampah.(***)


R24/phi