Menu

Berani Serang Iran, Amerika Disebut Bakal Buka Gerbang Neraka, Begini Dampak Dahsyatnya

Satria Utama 22 Jun 2019, 11:17
Rudal Nuklir Iran jadi ancaman mengerikan
Rudal Nuklir Iran jadi ancaman mengerikan

RIAU24.COM -  Amerika Serikat dan sekutunya di Teluk diingatkan untuk tidak coba-coba menyerang Iran. Jika Amerika memulai Perang Dunia III dengan menyerang Iran, itu berarti mereka telah membuka gerbang neraka.

Hal ini disampaikan mantan anggota parlemen Inggris George Galloway seperti dikutip SIndonews dari Russia Today, Sabtu (22/6/2019). Menurutnya,  tidak seperti Irak tahun 2003 yang mudah diinvasi Washington dan sekutunya, Teheran akan mampu menyerang balik sekutu-sekutu AS di Timur Tengah yang pada akhirnya akan menjadi "ladang bara".

"Biar saya jelaskan pada Anda, jika menembak Iran itu akan membuka gerbang neraka. Ini bukan Irak pada tahun 2003," katanya.

Dia menyampaikan pandangannyam terkait ketegangan baru-baru ini di wilayah Teluk setelah Teheran menembak jatuh pesawat tak berawak AS, RQ-4 Global Hawk, yang diklaim telah memasuki wilayah udara Iran pada Kamis, 20 Juni.

Dia juga memperingatkan sekutu-sekutu AS seperti Qatar, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi atau negara manapun yang mengizinkan tanahnya digunakan untuk meluncurkan serangan Amerika terhadap Iran."Maka, tanah itu akan segera terbakar," ujarnya.

Pada akhir pernyataannya, mantan polisiti Partai Buruh ini menyampaikan pesan kepada dunia untuk mencegah perang Iran. "Jangan ada lagi perang. Jangan ada lagi perang di Teluk. Jangan ada perang melawan Iran," katanya.

Sebelumnya, Presiden Donald John Trump mengaku membatalkan izin serangan militer terhadap Iran 10 menit sebelum serangan diluncurkan. Dia mengatakan ada tiga situs yang jadi target, namun serangan dibatalkan karena bisa menewaskan sekitar 150 orang.

Serangan yang dibatalkan itu sebagai balasan atas serangan rudal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang menjatuhkan pesawat nirawak atau drone mata-mata militer AS, RQ-4 Global Hawk.

"Kami menodongkan dan memuat (senjata) untuk membalas semalam terhadap tiga sasaran yang berbeda ketika saya bertanya; 'Berapa banyak yang akan mati?'. '150 orang, tuan', itu adalah jawaban dari seorang jenderal. Sepuluh menit sebelum serangan, saya menghentikannya, tidak sebanding dengan menembak jatuh pesawat tanpa awak," tulis Trump di Twitter.***

 

R24/bara