Menu

Rektor UIN Suska Didemo, Mahasiswa Peragakan Shalat Jenazah Simbol Matinya Demokrasi

Riki Ariyanto 26 Jun 2019, 19:08
Mahasiswa teatrikal shalat jenazah sebagai bentuk protes kebijakan Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin yang dinilai tidak demokrasi (foto/istimewa)
Mahasiswa teatrikal shalat jenazah sebagai bentuk protes kebijakan Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin yang dinilai tidak demokrasi (foto/istimewa)

RIAU24.COM - Rabu 26 Juni 2019, Rektor UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Akhmad Mujahidin kembali didemo mahasiswa. Kali ini mahasiswa menyuarakan aspirasi menolak kebijakan Rektor yang dinilai tidak mencerminkan demokrasi.

Aksi puluhan mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau dilakukan di lantai dasar gedung rektorat. Meski  Rektor Akhmad Muhajidin tidak menjumpai massa, mahasiswa itu tetap menyuarakan aspirasinya.

Bahkan mahasiswa melakukan teatrikal shalat jenazah. Aksi ini sempat dicoba digagalkan, namun mahasiswa nekat tetap melaksanakannya.

Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Suska Riau, Yudi Utama Tarigan menyampaikan kebijakan rektor banyak yang tidak sesuai dengan demokrasi. "Matinya demokrasi, yang terbaru beliau (Rektor) ingin memilih Presma melalu tim ad hoc yang dia bentuk sendiri," sebut Presma UIN Suska Riau, Yudi Utama Tarigan.

Dari surat edarannya, mahasiswa menuntut beberapa hal diantaranya, meminta agar budaya demokrasi mahasiswa UIN Suska dikembalikan. Lalu meminta persoalan UKT yang dianggap mencekik segera dituntaskan.

Kemudian hapuskan pakta integritas sebagai syarat pengurus Ormawa. Meminta transparansi anggaran mahasiswa. Menyelesaikan pembangunan mesjid UIN Suska Riau. Dan beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan organisasi mahasiswa.