Menu

Kadisdik Meranti: Trilogi Pendidikan Bagi Anak Harus Sejalan dan Bersinergi

Ahmad Yuliar 29 Jun 2019, 09:05
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs H Nuriman Khair MM/ist
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs H Nuriman Khair MM/ist

RIAU24.COM -  SELATPANJANG – Supaya pendidikan yang diterima oleh anak bisa lebih maksimal, trilogi pendidikan harus bisa berjalan secara bersamaan dan bersinergi. Diantaranya, pemerintah, sekolah, dan orang tua.

Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs H Nuriman Khair MM. Ia mengingatkan agar orangtua tidak menuntut 100 persen pendidikan bagi anaknya kepada guru di sekolah. Tetapi, bagaimana mengulang dan melanjutkan pendidikan yang telah didapatkan anak di sekolah saat pulang ke rumah.

“Setelah pulang sekolah, tanggung jawab pendidikan ada sama orang tua. Bahkan, waktu paling lama untuk setiap anak, adalah saat berada di rumahnya bersama orangtua. Jadi, orangtua juga wajib ikut serta memberikan pendidikan sebagai bekal bagi anak nantinya,” ungkapnya.

Ditambahkan Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum, Yuyun MPd, sekolah hanya memberikan pendidikan sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Setelah itu, pemerintah membantu dengan memberikan bantuan fasilitas kepada sekolah. Termasuk program lainnya.

“Jadi, Kalau pingin anak berpendidikan baik, sesuai dengan perkembangan anak, maka, trilogi harus jalan secara bersamaan dengan cara bersinergi. Sehingga, anak tumbuh dengan pendidikan dan moral yang baik,” katanya.

Ia juga mengaku cukup senang dengan kurikulum K-13 yang ditetapkan pemerintah saat ini. Karena, selain memberikan pengetahuan umum, sekolah juga didorong untuk memberikan pendidikan agama.

“Saat ini, sudah ada unsur religi dalam kurikulum kita. Ini sangat baik untuk membentuk moral anak agar lebih berakhlak,” ucap Yuyun.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan kepada seluruh orang tua siswa dapat berperan dalam memberikan pendidikan bagi anaknya. Karena pendidikan yang diterimanya akan berpengaruh kepada perilaku dan masa depan anak itu sendiri.

“Jadi, orang tua sudah harus memahami konsekwensi itu. Sehingga bisa lebih maksimal dalam memberikan pendidikan dirumah. Dimana waktunya lebih banyak dibandingkan disekolah,” imbuhnya.***


R24/phi/mad