Menu

Hadapi China di Natuna, Prabowo Incar Jet Tempur Berharga Fantastis Ini

Riko 23 Jan 2020, 13:30
Foto (internet)
Foto (internet)

RIAU24.COM -  Ketegangan di Laut Natuna antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok, nampaknya membuat geram Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. 

Saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis, Prabowo melakukan perbincangan tentang bagaimana memodernisasi alusista TNI kepada Prancis. 

Dilansir dari 100KPJ, yang mengutip laporan media Prancis, Latribune.fr, pada Rabu 22 Januari 2020, mantan Panglima ini mengaku sangat tertarik melengkapi persenjataan TNI menjadi lebih baik.

Dan, dari banyaknya alusista buatan Prancis ternyata Prabowo berencana memborong 48 unit jet tempur Rafale, empat unit kapal selam Scorpene dengan rudal SM39 Exocet, dan dua unit korvet Gowind Class berbobot 2.500 ton.

Berikut ini, spek jet tempu incaran Menhan Prabowo yang harganya fantastis:

Mesin bersayap ganda 

Dilansir dari laman resmi Dassault-Aviation yang dikutip dari 100KPJ, Kamis 23 Januari 2020, Rafale merupakan jet tempur multirole buatan Dassault Aviation. Pesawat bermesin ganda (twin-engine) ini memiliki ciri khas sayap delta dan canard (sayap kecil) di depan bagian bawah kokpit. 

Rafale memiliki tingkat aerodinamika tinggi, serta kemampuan manuver zero gravity atau G (+9 G atau -3 G) untuk kestabilan terbang. 

Pesawat ini juga mampu menerjang udara hingga 11 G dalam keadaan darurat, dengan laju kecepatan pendaratan hingga 115 knot.

Dikarenakan secara dimensi Rafale sebenarnya tidak terlalu besar, pesawat ini dirasa cukup untuk mengadakan pertempuran di medan berbukit yang sulit. Panjangnya 15 meter dan tingginya 5 meter. 

Dengan ukuran yang tak terlalu besar, pesawat bisa mencapai kecepatan maksimum hingga 2.130 kilometer per jam.

Tidak terpantau radar

Keunggulan lainnya adalah,  pesawat ini bisa mendekat ke pertahanan lawan tanpa harus takut terpantau radar

Hal itu karena Rafale juga telah dilengkapi sistem bantuan-pertahanan terintegrasi bernama SPECTRA yang bisa melindungi pesawat dari serangan udara maupun darat menggunakan teknologi siliman virtual berbasis perangkat lunak. 

Sebaliknya, Rafale justru ditanamkan sistem Thales RBE2 berjenis passive electronically scanned array(PESA) yang bisa melacak keberadaan lawan melalui pertarungan jarak dekat.

Selain menggempur musuh di udara, Rafale juga mampu menarget musuh di permukaan darat dengan peralatan mereka bernama alat intai Thales Optronics's Reco New Generation dan juga Damocles electro-optical.

Harga yang fantastis 

Dengan berbagai kecanggihan yang dimiliki Rafale, tentunya harus sebanding dengan harganya.  Kabarnya, harga per unit Rafale mencapai Rp1,5 triliun.

Jadi bisa dihitungkan kalau  Indonesia ingin membeli 48 unit, maka harus merogoh kas negara hingga Rp72 triliun, jumlah yang sangat fantastis. 

 

Sumber: Viva