Menu

Blak-blakan, Dua Sosok Ini DItuding Jadi Penyebab Asabri Tekor Hingga Puluhan Triliun

Siswandi 29 Jan 2020, 16:23
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Manajemen PT Asabri (Persero) mengakui, terjadi penurunan aset karena penempatan investasi pada saham dan reksa dana. Kondisi itu terjadi karena Asabri melakukan investasi berupa pembelian saham pada grup usaha Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro dan Heru Hidayat. 

Hal itu diungkapkn Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu 29 Januari 2020.

Seperti diketahui, baik Benny maupun Heru saat ini telah ditahan pihak Kejaksaan Agung RI. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi di tubuh BUMN lainnya yakni PT Jiwasraya. Seperti diketahui, apa yang terjadi di PT Jiwasraya disebu-sebut sama engan apa yang terjadi di PT Asabri. Dalam dua kasus ini, baik Benny Tjokro dan Heru Hidayat, disebut sama-sama memiliki andil besar. 

"Yang dimaksud saham grup Hanson Internasional grup Benny Tjokro sama Heru Hidayat," terang Sonny lagi, dilansir detik. 

Di hadapan anggota Komisi XI, Sonny memaparkan, ada penurunan aset pada pengelolaan program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Pada tahun 2018, total aset dalam pengelolaaan program tercatat Rp19,4 triliun.  Namun dalam laporan keuangan 2019 yang belum diaudit, jumlahnya berkurang menjadi Rp10,6 triliun.

"Ini terjadi karena penurunan nilai saham dan reksa dana. Dan yang menonjol adalah saham dan reksa dana dua orang yang menjadi tetangga sebelah kita," ungkapnya lagi secara blak-blakan. 

Tak hanya itu, total aset dalam iuran pensiun juga mengalami penurunan. Bila pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp26,9 triliun, kemudian anjlok menjadi Rp18,9 triliun. Sama saja, Sonny pun menyebutkan penyebabnya masih dua orang itu. 

"Penurunan ini lagi-lagi terjadi nilai saham dan reksa dana yang menurun khususnya dari dua orang itu, karena (saham) Rp400-500 sekarang tinggal Rp50 perak," ujarnya.

Bersedia Bayar 
Namun demikian, Sonny Widjaja menambahkan, Benny dan Heru bersedia mengganti investasi perusahaan sebesar Rp 10,9 triliun. Menurutnya, pada pertengahan 2019 lalu, pihaknya telah meminta pertanggungjawaban kepada keduanya, sebab saham perusahaan terus menurun. 

"Dan komitmen beliau, tanggung jawab beliau sudah kita minta karena pertengahan 2019 ketika sahamnya semakin menurun tidak perubahan, tidak ada recovery yang bersangkutan kita panggil. Kita minta pertanggungjawaban, karena saya bilang uang prajurit dan Polri mereka bersenjata," paparnya.

Lanjut Sonny, kedua orang itu telah berkomitmen membayar utang dan menandatangani dokumen kesepakatan.

"Akhirnya mereka komitmen, Anda (anggota DPR) saya berikan berkasnya, beliau sudah tanda tangan notariat, potensi kembali, kalau saya gabung dua orang, dua orang kurang lebih akan ketemu Rp 10,9 triliun," paparnya. ***