Menu

Tak Ingin Bernasib Seperti Korsel, Kim Jong-un Akan Hukum Pejabat Korut Jika Gagal Cegah Virus Corona

Riki Ariyanto 29 Feb 2020, 23:35
Kim Jong-un akan sanksi tegas pejabat Korea Utara kalau gagal mencegah virus corona masuk (foto/int)
Kim Jong-un akan sanksi tegas pejabat Korea Utara kalau gagal mencegah virus corona masuk (foto/int)

RIAU24.COM - Sabtu 29 Februari 2020, Seolah tak ingin bernasib serupa dengan Korea Selatan (Korsel), pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un ancam pejabat jika virus corona masuk ke negaranya. Kim Jong-un tak main-main, sebab Korea Selatan dilaporkan sudah ribuan orang terinfeksi virus corona atau covid-19 yang mematikan itu.

zxc1

Dilansir dari Sindonews, Kim Jong-un ancam para pejabat tinggi akan kena "konsekuensi serius" kalau gagal mencegah virus Corona. Hal tersebut disampaikan Kim Jong-un saat pertemuan Partai Buruh Korea yang berkuasa.

Kim Jong-un menegaskan bahwa perang melawan virus corona ialah urusan negara yang paling krusial. Hal itu untuk membela rakyat.

zxc2


"Jika penyakit menular yang menyebar di luar kendali menemukan jalannya ke negara kita, itu akan membawa konsekuensi serius," sebut Kim Jong-un seperti dilaporkan KCNA, yang dikutip Channel News Asia, Sabtu (29 Februari 2020).

KCNA melaporkan dua pejabat senior yakni wakil ketua partai Ri Man Gon dan Pak Thae Dok dipecat dan satu unit partai dibubarkan sebab korupsi. Ini menunjukkan bahwa mereka mungkin terlibat dalam korupsi terkait dengan langkah-langkah anti-epidemi.

"Tidak ada kasus khusus yang harus diizinkan," tegas Kim Jong-un, dan memerintahkan para pejabat untuk menutup semua saluran di mana penyakit menular bisa masuk.

Korea Utara (Korut) hingga saat ini belum melaporkan kemunculan kasus infeksi virus Covid-19 atau corona jenis baru. Padahal virus corona asal Wuhan, China itu sudah menewaskan lebih dari 2.800 orang dan menginfeksi lebih dari 84.000 orang di banyak negara.

Korea Utara (Korut) bahkan melarang turis asing, bahkan mengkarantina ratusan warga asing guna mencegah wabah. Korut juga dilaporkan menunda masa sekolah baru.

Duta Besar Jerman untuk PBB menyebut Dewan Keamanan akan mengadopsi pengecualian kemanusiaan untuk sanksi yang dijatuhkan pada Korea Utara (Korut) atas program senjatanya, dan memungkinkan ekspor peralatan untuk membantu Korut memerangi virus corona.

"Tetapi masalahnya adalah bahwa saat ini Korea Utara menutup perbatasan," sebut Christoph Heusgen setelah pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB tentang negara tertutup itu.

"Anggota Dewan Keamanan meminta Korea Utara untuk mengizinkan peralatan ini masuk. Jadi penduduk dapat dilindungi," lanjutnya. (Riki)