Menu

Masih Bungkam Soal Kerusuhan di India, Giliran PBNU Sentil Presiden Jokowi

Siswandi 8 Mar 2020, 00:25
Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj
Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj

RIAU24.COM -  Hingga saat ini, Presiden Jokowi Widodo belum juga memberikan respon, terkait rusuh di New Delhi, India, belum lama ini. Sejauh ini, korban rusuh yang dipicu protes atas undang-undang yang mendiskriminasi kaum muslim itu, terus bertambah. Saat ini, korban tewas telah mencapai 74 orang. Sedangkan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka. 

Kali ini, reaksi datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Said Aqil Siradj. Dikatakan, pihaknya mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta Presiden Jokowi proaktif dalam upaya menciptakan perdamaian di India. Dalam hal ini, pihaknya mendorong Pemerintah RI segera mengambil langkah diplomatis menyikapi rusuh di India tersebut. 

"Perilaku kekerasan bukanlah bukan merupakan ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin," lontarnya, dalam keterangan resmi PBNU, dilansir detik, Sabtu 7 Maret 2020 tadi malam.

Tak hanya itu, Kiai Said juga mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah diplomatis menyikapi kerusuhan di India. Dia meminta pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) proaktif dalam upaya menciptakan perdamaian di India.

Pihaknya menilai, Upaya ini penting dilakukan sebagai bagian dari tanggungjawab Internasional yakni turut berperan dalam usaha menciptakan perdamaian dan keamanan dunia.

Selain itu, pihaknya juga mendesak PBB untuk berinisiatif melakukan investigasi dan menindak segala pelanggaran HAM, agar tercipta suatu keadaan yang kondusif di India. Terakhir, pihaknya mengajak Kepada masyarakat internasional untuk bersama-sama menggalang bantuan kemanusiaan dan upaya-upaya perdaiaman bagi masyarakat India. ***