Menu

Amerika Kian Kritis Setelah Jumlah Penderita Corona Tiba-tiba Meledak, Bahkan Diprediksi Bisa Lampaui China

Siswandi 25 Mar 2020, 16:31
Gambaran tentang penyebaran virus Corona di Amerika. Foto: int
Gambaran tentang penyebaran virus Corona di Amerika. Foto: int

RIAU24.COM -  Kondisi Amerika Serikat saat ini kian memburuk, setelah diserang wabah virus Corona. Saat ini, Amerika disebut-sebut sudah mulai memasuki kritis, setelah korban jiwa akibat virus ini tiba-tiba meledak dengan angka yang demikian tinggi. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi, bukan tidak mungkin korban Corona di Amerika bisa melampaui China, tempat virus Corona bermula. 

Saat ini Amerika sudah menempati urutan ketiga sebagai negara dengan jumlah penderita terbanyak dunia.

Dilansir viva yang merangkum data terbaru yang disiarkan CSSE Johns Hopkins University, Rabu 25 Maret 2020, jumlah penderita positif Corona di Amerika telah mencapai angka 55.225 jiwa.

Namun yang lebih mengkhawatirkan, jumlah warga Amerika yang meninggal akibat Corona saat ini sudah mendekati angka seribu. Total korban meninggal saat ini sudah mencapai 801 orang. 

Kota New York tercatat sebagai penyumbang terbanyak korban meninggal dengan 192 orang pasien. Selanjutnya Washington dengan total 94 jiwa. Sementara sejak wabah corona menyerang, Amerika baru mampu menyembuhkan 354 penderita saja.

WHO sendiri sudah memperingatkan Amerika untuk mewaspadai kondisi yang semakin memburuk, WHO memprediksi Amerika bakal bisa menggantikan China sebagai negara terparah dan terbanyak korban corona.

China sendiri saat ini masih menjadi negara dengan jumlah penderita corona terbanyak dengan total 81.591. Hanya saja China berhasil menyembuhkan sebanyak 73.280 penderita walaupun tercatat ada 3.281 jiwa meninggal di negeri panda itu.

Sementara itu, Italia juga belum mampu meredam serangan corona, negara ini masih menduduki peringkat kedua dengan total penderita 69.176 orang. Dan Italia memegang rekor jumlah penderita meninggal terbanyak dengan jumlah 6.820 jiwa dan baru berhasil memulihkan 8.326 jiwa.

Sebelumnya, China sudah memprediksi angka penderita corona di Amerika mencapai 34 juta jiwa dan 20 ribu orang meninggal dunia. Namun, Amerika tak mengakui hal itu. ***