Menu

Meskipun Dalam Pandemi Corona, PPKB Bengkalis Menggunakan Sistem Daring Untuk Penyuluhan KB

Dahari 19 Apr 2020, 14:09
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadis) PPKB Kabupaten Bengkalis Drs.H. Ismail menyebutkan meskipun dalam pandemi corona, penyuluhan tetap dilakukan (foto/Hari)
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadis) PPKB Kabupaten Bengkalis Drs.H. Ismail menyebutkan meskipun dalam pandemi corona, penyuluhan tetap dilakukan (foto/Hari)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadis) PPKB Kabupaten Bengkalis Drs.H. Ismail menyebutkan meskipun dalam pandemi corona, penyuluhan tetap dilakukan namun menggunakan sistem Dalam Jaringan (Daring).

"Dengan situasi adanya pendemi covid-19 saat ini kita tetap mengupayakan program keluarga berencana dan pembangunan keluarga atau sekarang program bangga kencana, tetap berjalan se optimal mungkin," ungkap Ismail.

zxc1

Penyuluhan sesuai dengan protokol kesehatan di tengah covid-19 ini salah satu upaya dengan memanfaatkan media daring untuk proses Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, terkhusus pasangan usia subur serta kelompok kelompok masyarakat yang ada di desa dan kelurahan.

"Kita sudah ada kelompok kegiatan seperti  BKB, bina keluarga remaja (BKR), bina keluarga lansia (BKL), upaya peningkatan kesejahteraan keluarga sejahtera (UPKKS) dan PIK-R wadah dari remaja sebagai generasi berencana," ujarnya.

zxc2


Diutarakan mantan Kepala PMD ini lagi, dengan mengoptimalkan sistem penyuluhan program menggunakan Daring, artinya pihak DPPKB turut serta dalam upaya pencegahan dari pendemi covid-19 serta membantu mengedukasi masyarakat melakukan hal yang harus dilakukan saat ini untuk memutus mata rantai dalam penyebaran atau penularan vcovid-19.

"Kami mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, seperti protap dan juga di atur oleh pemerintah termasuk edaran edaran. Namun program keluarga berencana dan pengguna keluarga bisa tetap berjalan dengan daring, kemudian juga upaya pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat, saat ini untuk mengatasi covid-19 bisa terlaksana dengan sebaik baiknya," ucap Ismail.

Media daring yang di gunakan untuk penyuluhan adalah dengan membentuk grup WhatsApp dengan kelompok kegiatan seperti BKB, BKR, BKL, UPPKS.

"Kita juga punya grup WhatsApp nanti dengan PIK-R juga sudah ada melalui media itu, kita terus berupaya mengedukasi dari masyarakat atau kelompok-kelompok yang ada," ujarnya.

Program daring ini sudah di mulai sejak adanya virus corona, namun ini juga sudah terencana sejak tahun lalu, karena media daring mempunyai jaringan yang luas dan tidak terbatas.

"Alhamdulillah ini sudah merata di semua Kecamatan tetapi jumlah tenaga PL KB kita dilapangan juga belum banyak saat ini hanya ada 20 orang, PKB ada 3 orang,seharusnya untuk 11 Kecamatan kita butuhkan 70 sampai 80 orang," ujarnya lagi.

Untuk memenuhi kebutuhan PL KB ini Dinas PPKB sedang menyeleksi tenaga penggerak desa dan kelurahan (TPDK) dalam program bangga kencana, peserta yang berminat sangat luar biasa jumlahnya melebihi 600 orang. 

Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan administrasi dan ditargetkan dalam waktu dekat ini semua tahapan bisa selesai dan akan diumumkan bagi siapa saja yang lulus seleksi, sehingga mereka bisa bekerja secepatnya.

"Pendaftaran dilakukan melalui online dan bisa dilaksanakan dari rumah, dan persyaratan belum di minta. Dari 600 san yang mendaftar akan dipilih hanya 30 orang. Mudah-mudahan dengan jumlah ini bisa menyukseskan program bangga kencana ke depan," pungkasnya. (R24/Hari)