Menu

Kenangan Tersisa dari Jenderal Pramono Edhie, Libas Kongkalikong Seputar Tank Leopard

Siswandi 14 Jun 2020, 15:57
Ilustrasi
Ilustrasi

Tapi Pramono Edhi pantang surut. Bagi mantan Pangkostrad itu, keberadaan alutsista canggih sekelas Leopard akan menimbulkan daya tangkal (deterrence) bagi pihak lain.

Apalagi faktanya, negara-negara yang kondisi alamnya mirip dengan Indonesia juga melengkapi tentaranya dengan MBT. Malaysia, misalnya, disokong 48 PT-91M buatan Polandia, dan Singapura sejak 2007 sudah memiliki hampir seratus Leopard jenis lain.

"Kami bukan ingin bersaing, tapi hanya ingin menyamakan dengan teknologi persenjataan milik negara-negara tetangga. Jadi kalau kami latihan, sekelas (dengan mereka)," kata Pramono Edhi di hadapan Komisi I DPR RI.

"Kami bukan ingin bersaing, tapi hanya ingin menyamakan dengan teknologi persenjataan milik negara-negara tetangga. Jadi kalau kami latihan, sekelas (dengan mereka)," tambahnya.

Belakangan, apa yang dikhawatirkan itu ternyata tak terbukti. Jembatan yang dilalui tank itu nyatanya aman-aman saja.

Pramono Edhie Wibowo pensiun pada 2013, dan kemudian terjun ke dunia politik. Pramono menjadi salah satu peserta konvensi calon presiden yang diadakan Partai Demokrat.

Halaman: 234Lihat Semua