Menu

Perusahaan Merugi, Ford Bakal PHK Seribu Karyawan Level Menengah

Satria Utama 3 Sep 2020, 10:36
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM - Ford akan memangkas 1.000 pekerja kerah putih di Amerika Serikat (AS) hingga akhir tahun. Ini merupakan langkah Ford Motor terkait restrukturisasi perusahaan senilai USD11 miliar atau Rp160 triliun secara global sejak dua tahun lalu. Restrukturisasi ini akan dilakukan perseroan secara global.

Dilansir dari Carscoops, Kamis (3/9/2020), sumber yang dekat dengan informasi tersebut mengatakan, pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan di bawah program sukarela. Walau begitu, perusahaan menyatakan jika rencana restrukturisasi itu tidak berkaitan dengan keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Detroit News melaporkan, kebijakan ini langkah terbaru dalam reorganisasi perusahaan setelah kepemimpinan CEO Jim Hackett. Pada 2019, pabrikan mobil menutup sejumlah pabrik di Eropa dengan menghilangkan ribuan pekerja dan terus menghadapi masalah dengan operasinya di China. Diproyeksikan pemangkasan 7.000 posisi gaji di seluruh dunia pada 2019 akan menghemat 600 juta dolar AS per tahun.

Meskipun pemotongan terus berlanjut, Ford memperkirakan kerugian operasional setahun penuh untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Pengumuman PHK datang hanya empat minggu sebelum Hackett meninggalkan jabatannya sebagai kepala eksekutif digantikan CEO Jim Farley. CEO baru telah berjanji mengembalikan wilayah Amerika Utara dengan margin keuntungan 10 persen.

Berbicara awal tahun ini sehubungan dengan dampak virus corona, Farley mengatakan, dirinya melihat penyelesaian pada angkatan kerja mengingatkan pada krisis keuangan 2009.

“Semua orang di Ford tahu situasi yang kita hadapi. Saya bisa melihatnya di wajah rekan-rekan, dan itu membawa saya kembali ke sekitar 10 tahun lalu. Saya pernah melihat kondisi ini sebelumnya," katanya.***