Tragis, Gadis 10 Tahun di Tiongkok Ini Dipukuli Guru Hingga Menderita Gegar Otak dan Meninggal, Karena Tidak Bisa Menjawab Soal Matematika

Senin, 14 September 2020 | 14:56 WIB
Gadis 10 Tahun di Tiongkok Ini Dipukuli Guru Hingga Menderita Gegar Otak dan Meninggal, Karena Tidak Bisa Menjawab Soal Matematika Gadis 10 Tahun di Tiongkok Ini Dipukuli Guru Hingga Menderita Gegar Otak dan Meninggal, Karena Tidak Bisa Menjawab Soal Matematika

RIAU24.COM - Seorang siswa sekolah dasar di Sichuan, China dihukum oleh gurunya karena salah menjawab dua pertanyaan, dia kemudian menderita gegar otak dan meninggal, lapor Oriental Daily.

Saat itu 10 September dan peringatan Hari Guru di China. Ning Ning yang berusia 10 tahun sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah karena dia ingin memberikan bunga kepada gurunya.

Sekitar jam 9 pagi, dia salah menjawab dua pertanyaan matematika dan gurunya sangat marah. Sebagai hukuman, guru memintanya untuk berlutut sementara guru menarik telinganya, menampar tangannya dan memukul kepalanya.

Baca Juga: Bayi Malang Ini Meninggal Dalam Rahim, Setelah Ayah Kandungnya Memotong Perut Sang Ibu Hanya Untuk Melihat Jenis Kelamin Anaknya

Menurut saudara kembar Ning Ning di kelas yang sama, saudara perempuannya tidak bisa mengangkat kepala atau tubuhnya selama hukuman. Setelah hukuman itu, teman-teman sekelasnya bergegas membantunya untuk mendudukkannya di tempatnya.

Sekitar 15 menit sebelum jam 12 siang, sang guru memanggil nenek Ning Ning untuk membawanya pulang karena dia tampak tidak sehat.

Sang nenek bergegas ke sekolah dan menemukan bahwa Ning Ning tidak bisa lagi membuka matanya atau berbicara. Dia kemudian membawa anak itu ke rumah sakit di mana mereka mencoba untuk menyadarkannya tetapi tidak berhasil. Ning Ning meninggal.

Baca Juga: Negara Tetangga Indonesia Ini Secara Terang-Terangan Menjual Daging Hiu

Menurut neneknya, gurunya baru mulai mengajar semester ini dan Ning Ning sangat takut untuk menghadiri kelas tersebut karena dia berkata bahwa gurunya senang menghukum siswa dengan memukul mereka.

Reporter Tiongkok menghubungi sekolah untuk meminta pernyataan, namun, setelah mendengar bahwa mereka adalah reporter, kepala sekolah menutup telepon dan tidak menjawab panggilan.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...