Menu

Bayi Malang Ini Meninggal Dalam Rahim, Setelah Ayah Kandungnya Memotong Perut Sang Ibu Hanya Untuk Melihat Jenis Kelamin Anaknya

Devi 22 Sep 2020, 14:21
Pria India Memotong Perut Istrinya yang Sedang Hamil Untuk Memeriksa Jenis Kelamin Bayinya
Pria India Memotong Perut Istrinya yang Sedang Hamil Untuk Memeriksa Jenis Kelamin Bayinya

RIAU24.COM -  Seorang pria telah ditangkap di India utara setelah menusuk perut istrinya yang sedang hamil dengan sabit, membuatnya kritis dan menyebabkan kematian bayi laki-laki mereka yang belum lahir, kata polisi dan kerabatnya.

Wanita itu dalam perawatan intensif di sebuah rumah sakit di ibu kota New Delhi, kata polisi di distrik Budaun di negara bagian Uttar Pradesh utara, setelah serangan hari Sabtu.

Kakaknya mengatakan, serangan itu terjadi karena sang suami ingin mengetahui jenis kelamin bayinya. Pasangan itu diketahui sudah memiliki lima anak perempuan.

"Dia menyerangnya dengan sabit dan mengoyak perutnya sambil mengatakan bahwa dia ingin memeriksa jenis kelamin bayi yang belum lahir," kata saudara laki-laki perempuan itu, Golu Singh, kepada Thomson Reuters Foundation.

Polisi mengatakan bayi itu lahir mati pada Minggu malam dan seorang pria telah ditahan.

Anak perempuan sering dipandang sebagai beban di India, dengan keluarga harus membayar mas kawin ketika mereka menikah, sementara anak laki-laki dihargai sebagai pencari nafkah yang mewarisi harta dan meneruskan nama keluarga.

Aborsi janin perempuan telah dilarang di India, di mana preferensi untuk anak laki-laki telah menyebabkan berkurangnya jumlah anak perempuan.

Sekitar 15,8 juta anak perempuan hilang di India karena pemilihan jenis kelamin prenatal antara 1990 dan 2018, menurut Population Research Institute.

Menurut survei pemerintah yang dirilis pada Juli, rasio gender India, atau jumlah perempuan per 1.000 laki-laki, adalah 896 antara 2015 dan 2017, turun dari 898 pada 2014-2016 dan 900 pada 2013-2015.

Hukum India melarang dokter dan petugas kesehatan berbagi jenis kelamin anak yang belum lahir dengan orang tua, atau melakukan tes untuk menentukan jenis kelamin anak, dan hanya praktisi medis terdaftar yang diizinkan melakukan aborsi.

Namun para aktivis mengatakan diskriminasi gender dan pembunuhan janin perempuan tetap menjadi masalah besar di seluruh India.

Sebuah studi 2011 oleh jurnal medis Inggris The Lancet menemukan hingga 12 juta janin perempuan diaborsi di India dalam tiga dekade sebelumnya.

Pada tahun 2014, sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan berkurangnya jumlah gadis di India telah mencapai "proporsi darurat" dan berkontribusi pada kejahatan terhadap wanita.