Menu

Berkenalan Dengan Durian Paduka, Durian yang Pernah Dinobatkan Sebagai Raja Buah Terbaik di Perak

Devi 1 Nov 2020, 01:26
Berkenalan Dengan Durian Paduka, Durian yang Pernah Dinobatkan Sebagai Raja Buah Terbaik di Perak
Berkenalan Dengan Durian Paduka, Durian yang Pernah Dinobatkan Sebagai Raja Buah Terbaik di Perak

RIAU24.COM -  SETIAP kali menyebut durian khususnya di Perak pasti akan terbayang raja buah-buahan asal Batu Kurau yang selalu menjadi buruan para penggemar durian desa, bila musimnya tiba.

Namun di Mukim Pulau Tiga, Kampung Gajah, terdapat durian yang pernah dinobatkan sebagai durian terbaik di Perak pada tahun 1985 yang dikenal dengan nama durian paduka yang ditanam oleh almarhum Abdul Malek Kulub Aji di kebunnya seluas delapan hektar.

Menurut salah satu dari 13 ahli waris Abdul Malek, Nordin, 48 tahun, durian tersebut dikoleksi oleh almarhum ayahnya pada tahun 70-an hingga 80-an, dari pemilik kebun tradisional di Kampung Tok Paduka Raja, Pulau Tiga di sini.

Durian Paduka mendapat namanya terkait dengan Kampung Tok Paduka Raja dan diberikan oleh Tan Sri Ramli Ngah Thalib, saat mempersembahkan hadiah juara pada kompetisi durian tingkat negara bagian di Kampung Gajah tahun 1985,” ujarnya kepada Bernama.

Nordin yang merupakan Executive Chairman Agro Entrepreneur Institute (iGROW) di Kampung Gajah mengatakan, kejayaan durian perlu dikembalikan karena merupakan salah satu merek durian terbaik di Perak, bahkan di Tanah Air.

“Sampai saat ini pohon durian ini ditanam di seluruh pelosok tanah air oleh para pembuatnya sekitar tahun 1980-an. Kalau Pahang punya raja rubah, Penang punya udang merah, maka durian paduka ini harus dijadikan merek atau identitas Perak, ”ujarnya.

Menurut Nordin, saat ini kebun di iGROW memiliki sekitar 120 pohon dari berbagai varietas durian di desa tersebut dan dari jumlah tersebut diperkirakan hanya ada 10 pohon durian paduka yang diberi label D148 oleh Dinas Pertanian yang dapat menghasilkan antara 200 hingga 300 biji per pohon.

“Sejak banjir besar tahun 2014, kami menghadapi masalah banyaknya pohon mati dan harus melakukan penanaman kembali, untuk memastikan bahwa masyarakat dapat terus mencicipi durian Anda dan mendapatkan benih yang kami tanam kembali dan dijual. Ukuran buah ini memang tidak besar, tapi tiap bagian selalu penuh warna kuning keemasan, rasanya gemuk, manis, ada gasnya juga bijinya kecil dan enak dimakan begitu saja, tanpa perlu ketan atau dijadikan mentega,” ujarnya.

Nordin menuturkan, selama 10 tahun terakhir pihaknya tidak berjualan durian paduka di kebun iGROW, malah raja buah dijadikan pengikat atau ikatan cinta, dengan hanya melayani keluarga, teman, kenalan, atau pelanggan iGROW, yang juga menawarkan paket. wisata agro.

Bahkan, beberapa pemimpin dan pengunjung mancanegara, termasuk dari Thailand dan Indonesia, juga datang ke iGROW ini untuk menikmati durian Anda, ”ujarnya yang menjual bibit D148 dengan harga masing-masing seharga RM50.

Sementara itu, Nordin juga menyarankan agar pemerintah negara bagian dapat memperkuat upaya komersialisasi durian di Perak, dengan mendorong produksi produk raja buah yang memiliki penggemarnya sendiri, seperti kue dan dodol.