Angkat Suara Soal Penusukan di Gereja Prancis, Macron Sebut Serangan Teroris Islam

Jumat, 30 Oktober 2020 | 01:00 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron Presiden Prancis Emmanuel Macron

RIAU24.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron menggapi tentang serangan penusukan yang menewaskan tiga orang di Kota Nice, Prancis. Macron bersumpah Prancis tidak akan menyerah setelah insiden penyerangan yang disebutnya sebagai 'serangan teroris Islam'.

Dilansir detik.com dari AFP, Macron bersumpah jika "Prancis tidak akan menyerah pada nilai-nilai kami".

Hal tersebut disampaikannya usai penyerangan yang dilakukan seorang pria di gereja Notre-Dame di pusat Kota Nice dan menewaskan tiga orang. Serangan itu disebut Macron sebagai "serangan teroris Islam".

Baca Juga: Seorang Wanita Meninggal Akibat Luka Bakar Setelah Secara Tidak Sengaja Membakar Sarang Semut di Dalam Rumahnya

Dia juga turut menyampaikan duka cita kepada umat Katolik di Prancis setelah kejadian penusukan itu. Dia juga mendesak orang-orang dari semua agama untuk bersatu dan tidak "menyerah pada semangat perpecahan".

Untuk diketahui, seorang pria bersenjata pisau menewaskan tiga orang dan melukai beberapa orang lainnya di kota Nice, Prancis. Pelaku serangan telah ditangkap polisi.

Identitas pelaku belum diumumkan. Seperti dilansir The Guardian, Wali Kota Nice, Christian Estrosi mengatakan pembunuhan itu terjadi pada pukul 09.00, Kamis (29/10) waktu setempat di dalam dan di luar gereja basilika Notre-Dame di pusat kota Nice. Dilaporkan bahwa penyerang terluka setelah ditembak polisi dan telah dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Mantan Presiden Prancis Sarkozy Diadili Karena Kasus Korupsi

Menurut laporan media-media Prancis seperti dilansir Washington Post, Kamis (29/10), salah satu dari tiga korban tewas, seorang wanita, digorok lehernya di dalam gereja. Korban kedua, seorang pria, ditikam hingga tewas.

Korban ketiga, juga seorang wanita, dibunuh di sebuah bar di depan basilika tempat dia bersembunyi. Demikian menurut surat kabar Prancis Le Monde.

Serangan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah pemenggalan mengerikan seorang guru sekolah menengah di pinggiran kota Paris, usai menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para siswanya.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...