Menu

Tantang Perang Terbuka, Drone Hizbullah Tembus Garis Pertahanan di Galilea dan Rekam Pusat Militer Israel

Riki Ariyanto 7 Dec 2020, 12:49
Tantang Perang Terbuka, Drone Hizbullah Tembus Garis Pertahanan di Galilea dan Rekam Pusat Militer Israel (foto/int)
Tantang Perang Terbuka, Drone Hizbullah Tembus Garis Pertahanan di Galilea dan Rekam Pusat Militer Israel (foto/int)

RIAU24.COM - Kelompok Milisi terkuat, Hizbullah Lebanon berhasil menerbangkan drone melewati garis pertahanan di Galilea, Israel. Hizbullah memang dikenal milisi dengan peralatan militernya jauh lebih kuat bahkan dibanding militer Lebanon itu sendiri.

Dilansir dari Tribunnews, drone Hizbullah Lebanon sempat merekam komplek pusat komando militer Israel di tengah pertanian Galilea dan Shebaa. Rekaman video pendek drone Hizbullah atas markas komando militer Israel itu kemudian diviralkan lewat stasiun televisi Al Manar, Sabtu (5/12/2020). Al Manar adalah stasiun televisi Hizbullah yang beroperasi di Lebanon.

zxc1

Hal ini lantas memperburuk hubungan Israel dengan Lebanon. Video hasil penerbangan drone Hezbollah itu diperkirakan berlangsung akhir Oktober 2020.  


The Jerusalem Post melaporkan video tersebut diambil ketika Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggelar latihan militer "Lethal Arrow", yang mensimulasikan pertempuran melawan Hizbullah. Video drone yang langka itu berhasil merekam cukup detil komplek militer Israel dari udara.

zxc2

Sehingga itu juga menunjukkan kapabilitas Hizbullah mampu menembus pertahanan Israel yang selama ini dikenal kokoh. Hizbullah Lebanon memang sangat kuat bahkan di Suriah, kelompok Hizbullah ini membantu Damaskus melawan kelompok teroris ISIS, Al Qaeda dan proksi asing.


Pada akhir Agustus lalu Israel telah menyerang pos pengamatan Hizbullah di Lebanon. Serangan itu respon atas dua tembakan dari kelompok militan Syiah yang bermarkas di Lebanon.

Situ Newsweek melaporkan juru bicara IDF dan kelompok Hizbullah, menyebut sudah secara terbuka siap bertempur secara militer dalam skala penuh. Brigjen Ido Mizrachi dari IDF, menyebut militer Israel menganggap Hizbullah sebagai musuh utama mereka.

"Tapi kami harus siap melawan Hezbollah, dan terutama jika kami perlu melakukan itu secara geografis, secara fisik di wilayah Lebanon Selatan. Ini akan menjadi situasi yang sangat rumit bagi kami, tapi itulah yang kami butuhkan untuk siap," sebut Mizrachi. Mizrachi sampaikan konflik antara Israel dan Hizbullah tidak akan berakhir dalam waktu dekat.