Menu

Terbang Dari Amerika ke Australia, Joe Terancam Disuntik Mati, Ini Alasannya

Riki Ariyanto 15 Jan 2021, 13:49
Terbang Dari Amerika ke Australia, Joe Terancam Disuntik Mati, Ini Alasannya (foto/int)
Terbang Dari Amerika ke Australia, Joe Terancam Disuntik Mati, Ini Alasannya (foto/int)

RIAU24.COM -  Joe, seekor merpati terancam disuntik mati. Hal itu dikarenakan kekhawatiran Joe dapat "beresiko biosekuriti langsung" bagi populasi burung dan industri unggas Australia.

Dilansir dari Okezone, diduga Joe merupakan merpati yang dilaporkan hilang ketika balapan di Negara Bagian Oregon, Amerika Serikat (AS) pada akhir Oktober. Dua bulan kemudian dikabarkan Joe telah sampai di Melbourne, Australia.

Para pejabat setempat beranggapan Joe mesti ditangkap dan disuntik mati. Saat ini Joe si merpati belum ditangkap, hanya saja Departemen Pertanian, Air, dan Lingkungan menyebut burung itu mesti disingkirkan sebab bahaya penularan ke unggas lokal.

"Terlepas dari asalnya, setiap burung peliharaan yang belum memenuhi status kesehatan impor dan persyaratan pengujian tidak diizinkan untuk tetap berada di Australia. Satu-satunya hasil yang mungkin untuk mengelola risiko biosekuriti adalah perusakan burung secara manusiawi,"

sebut juru bicara (Jubir) departemen dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip  BBC.

Masih menjadi tanda tanya bagaimana cara Joe si merapti berhasil melewati perjalanan sejauh 8.000 mil (lebih dari 12.800 km) dari pantai barat Amerika Serikat (AS) ke Australia Selatan. Para pejabat menduga Joe menumpang di kapal kargo.

Penemuan merpati itu pertama kali dilaporkan warga Melbourne, Kevin Celli-Bird menyebut dia menemukan merpati tersebut di kebun belakangnya pada 26 Desember.

"Dia sangat kurus jadi saya menghancurkan biskuit kering dan meninggalkannya di sana untuknya," ujar Celli-Bird pada AP.

Setelah diteliti melalui internet, Celli-Bird mengetahui merpati itu terdaftar pada pemiliknya di Alabama, AS. Burung yang hilang saat balapan merpati di Negara Bagian Oregon, bagian barat Amerika Serikat (AS).