Ini Penyebab Naiknya Harga Sawit di Riau

Rabu, 24 Februari 2021 | 14:44 WIB
Ilustrasi/net Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja menyebutkan ada beberapa hal yang menyebabkan naiknya harga sawit di Provinsi Riau.

Defris menjelaskan, dari segi faktor internal, naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 412,40/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 262,40/Kg, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 356,00/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 409,55/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 276,50/Kg dari harga minggu lalu," rincinya, Rabu, 24 Februari 2021.

Baca Juga: Permas Lampri Teken MoU dengan PT BOS, Sukseskan PSR di Riau

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 5,73/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp. 6,00/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp. 37,50/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal, lanjutnya, naiknya harga TBS minggu ini karena  harga kontrak futures (berjangka) CPO pengiriman Mei yang aktif diperjualbelikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange menguat 1,93% dibanding posisi penutupan pekan lalu ke RM 3.590/ton.

Kenaikan harga CPO menyusul menguatnya harga minyak mentah di bursa berjangka. Setelah sempat tertekan akibat aksi ambil untung para trader, harga si emas hitam lanjut menguat.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Riau Hari Ini Capai 335, Meninggal 12 Orang

"CPO merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan biodiesel yang menjadi bahan bakar alternatif minyak. Kenaikan harga minyak mentah membuat penggunaan minyak nabati seperti CPO menjadi semakin menarik untuk produksi biodiesel seiring dengan semakin maraknya tren kebijakan bauran energi yang ramah lingkungan," jelas Defris.

"AmSpec, perusahaan inspeksi independen, mencatat ekspor CPO Malaysia pada 1-20 Februari 2021 mencapai 697.794 ton. Melonjak 10,3% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya," tandasnya.

PenulisR24/ibl


Loading...
Loading...