Menu

Tahukah Kamu, Perselingkuhan di Dunia Maya Sering Terjadi Hanya Dengan Hal Sepele

Rizka 8 Mar 2021, 08:13
google
google

RIAU24.COM -  Maraknya kasus pelakor beberapa bulan belakangan ini di jagad dunia sosial media, memang sangat ramai diperbincangkan. Unggahan-unggahan yang bertema pelakor seperti halnya foto maupun video dipastikan akan menjadi viral. Dishare dan dikomentari banyak warganet.

Salah satu penyebab perselingkuhan adalah sosial media. Bagaimana arus perselingkuhan dimulai? semua berawal dari perkara yang sepele, dari interaksi yang menurutmu itu hal yang biasa. Hanya sebuah candaan.

Hanya sebatas sering jempolin status dan komentarnya, lama-lama jempolin foto-fotonya. Lalu bercanda ria di kolom komentar.  Semakin hari semakin akrab. Dia tidak online tiba-tiba merasa rindu.

Setelah itu nyelonong masuk ke inbox. Tanya nomer handphone dan nomer Whatsapp biar bisa Whatsapp an juga.

Ujung-ujungnya salah satu dari mereka berkata: "Kenapa ya kita tidak dipertemukan dari dulu padahal kamu adalah orang yang paling bisa ngertiin aku"

Lalu ketemuan di dunia nyata.

Bencana hati pun tak terhindarkan.

Mulai sibuk merhatiin dia daripada merhatiin pasangan sendiri, lebih sering hubungi dia daripada hubungi pasangan sendiri.

Ketenangan hati mulai terusik, konsentrasi untuk meraih sukses jadi buyar, niat untuk mewujudkan keluarga sakinah dengan pasangan sudah menipis di gerogoti nafsu birahi.

Hatinya menghitam karena sering berdusta, telinganya menjadi tuli tidak bisa mendengarkan nasehat baik, matanya jadi rabun terilusi dengan rasa penasaran, fikirannya menjadi tumpul tertindih oleh harapan semu.

Pasangan menangis, orang tua  dan mertua ikut bingung, anak-anaknya jadi rewel, para tetangga mulai menggosip.

Padahal dengan yang baru belum tentu lebih bahagia. Mereka hanya dipermainkan dunia dan disibukkan dengan hal-hal yang tak membawa ketenangan.

Hidup ini berharga dan hanya 1 masa, jangan gunakan untuk memupuk dosa.

Sebelum kehancuran itu terjadi, selamatkan hatimu, selamatkan keluargamu dan selamatkan dirimu dari godaan yang akan menjerumuskanmu.

Semua cobaan itu pada hakekatnya ilusi, fana dan perangkap.