Menu

Meski Dikuasai Taliban, Iran Syukuri Amerika Serikat Pergi dan Sebut Perdamaian Akan Terwujud di Afganistan

Riki Ariyanto 17 Aug 2021, 17:42
Meski Dikuasai Taliban, Iran Syukuri Amerika Serikat Pergi dan Sebut Perdamaian Akan Terwujud di Afganistan (foto/int)
Meski Dikuasai Taliban, Iran Syukuri Amerika Serikat Pergi dan Sebut Perdamaian Akan Terwujud di Afganistan (foto/int)

RIAU24.COM - Presiden Iran Ebrahim Raisi menyebut militer  Amerika Serikat (AS) telah gagal, Senin (16 Agustus 2021). Bahkan Ebrahim Raisi menganggap perdamaian tak lama lagi akan terwujud setelah penarikan pasukan AS tersebut

Dilansir dari Okezone, pejuang Taliban telah berhasil menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu (15/8) yang diklaim tanpa adanya pertumpahan darah. Presiden Afganistan, Ghani bersama sejumlah pejabat telah pergi meninggalkan negara itu.

Gerakan agresif milisi Taliban menyusul penarikan tentara AS. Bagi Teheran yang pernah dituduh Amerika mendukung Taliban, Afghanistan akan pulih sebagai suatu negara berdaulat.

"Kekalahan militer Amerika dan penarikannya harus menjadi kesempatan untuk memulihkan kehidupan, keamanan, dan perdamaian yang bertahan lama di Afghanistan," sebut Ebrahim Raisi seperti dikutip TV pemerintah Iran.

 

"Iran mendukung upaya untuk memulihkan stabilitas di Afghanistan dan, sebagai negara tetangga dan saudara, Iran mendorong semua kelompok di Afghanistan untuk mencapai kesepakatan nasional,” terangnya.

 

Muslim Syiah Iran telah menjadi musuh Taliban Muslim Sunni garis keras selama beberapa dekade, tetapi selama beberapa tahun terakhir telah secara terbuka bertemu dengan para pemimpin Taliban.

Pada Juli lalu, Teheran menjadi tuan rumah pertemuan perwakilan pemerintah Afghanistan saat itu dan komite politik tingkat tinggi Taliban.

 

Iran, negara penghasil minyak, merupakan tujuan bagi banyak warga Afghanistan yang mencari pekerjaan atau pergi menghindari perang.

 

Iran pada Minggu (15/8) sudah menyiapkan akomodasi di tiga provinsinya guna memberikan perlindungan sementara untuk warga Afghanistan yang pergi menyelamatkan diri.