Menu

Menurut Peneliti Psikologi China, Remaja yang Kecanduan TikTok Alami Penurunan Kerja Otak

Rizka 27 Jan 2022, 14:49
google
google

RIAU24.COM -  TikTok adalah salah satu aplikasi video pendek yang sedang populer. Di dalamnya terdapat banyak konten video menarik dan lucu. Wajar jika ada sejumlah pengguna yang tergoda untuk mengunduhnya. 

Sayangnya, remaja yang kecanduan TikTok berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental berupa depresi dan kecemasan.

Penggunaan berlebihan aplikasi ini juga dapat mengurangi kapasitas memori kerja di otak, misalnya kesulitan mengingat urutan angka. Defisit memori ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan depresi dan kecemasan.

Kesimpulan ini diambil berdasarkan penelitian dua peneliti psikologi China yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health.

Studi difokuskan pada TikTok, aplikasi buatan China yang sukses menyaingi popularitas Twitter dan Instagram. Saat ini, ada setidaknya 1,5 miliar pengguna TikTok di seluruh dunia dan terus bertambah dengan kecepatan yang mengagumkan.

Riset ini dilakukan membagikan kuesioner kepada 3.036 siswa sekolah menengah di China yang secara teratur menggunakan TikTok. Kuesioner ini menilai sejauh mana kecanduan TikTok yang terjadi pada remaja serta kaitannya dengan depresi, kecemasan, dan stres.

Para remaja ini juga diminta untuk menyelesaikan tes rentang digit maju dan mundur untuk menilai memori kerja verbal.

Tes ini menilai kemampuan mereka mengingat urutan angka yang disajikan di layar dan mengulanginya kembali dalam urutan yang sama atau sebaliknya. Hasilnya, remaja dengan skor yang lebih tinggi untuk kecanduan TikTok berkinerja lebih buruk pada tes rentang digit maju dan mundur.

Kecenderungan ini menunjukkan penurunan kapasitas memori kerja di antara para penggemar TikTok ini. Anak-anak muda ini juga memiliki skor yang lebih tinggi untuk depresi, kecemasan, dan stres.