Menu

4 Juni 2022: Hari Internasional Anak-anak Korban Perang, Berikut Sejarahnya

Amastya 4 Jun 2022, 11:01
Kehidupan anak-anak yang berada di pengungsian korban perang
Kehidupan anak-anak yang berada di pengungsian korban perang

RIAU24.COM -  Anak-anak sering menjadi salah satu dari korban yang menghadapi konflik terburuk atau situasi yang tidak stabil di suatu negara.

Mereka rentan terhadap kekerasan fisik, mental dan emosional. Hal Ini dapat membuat mereka terluka dan mempengaruhi perkembangan mereka.

Situasi buruk tersebut dapat menyebabkan masalah sosial lainnya ketika mereka tumbuh dewasa. Oleh karena itu, melindungi anak-anak dan hak-hak mereka adalah hal yang sangat penting.

Sejarah Hari Internasional Anak-anak Korban Perang

Hari internasional anak-anak korban perang pertama kali diperingati pada tanggal 19 Agustus 1982. Pada saat itu, hari tersebut difokuskan pada para korban perang Lebanon.

Pada perang Lebanon 1982, pasukan Israel menginvasi Lebanon selatan setelah serangan berulang dan serangan balik antara Organisasi Pembebasan Palestina dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Invasi itu dilakukan setelah upaya pembunuhan duta besar Israel.

Meskipun hari internasional anak-anak korban perang yang pertama kali difokuskan pada korban perang Lebanon, cakupannya diperluas untuk mengakui rasa sakit yang diderita oleh anak-anak di seluruh dunia yang menjadi korban pelecehan fisik, mental dan emosional.

Penetapan hari internasional ini menegaskan komitmen PBB untuk melindungi anak-anak dan hak-hak mereka.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan berdasarkan resolusi ES-7/8 bahwa tanggal 4 Juni akan diperingati setiap tahun sebagai hari internasional untuk anak-anak korban perang.