Menu

Mengenal Raja Baru Inggris Charles III Penuh Skandal dari Diana, Perselingkuhan hingga Kasus Rasisme

Zuratul 9 Sep 2022, 14:08
Potret Raja Inggris Charles III yang Baru Diangkat Setelah Wafatnya Ratu Elizabeth II (CNN)
Potret Raja Inggris Charles III yang Baru Diangkat Setelah Wafatnya Ratu Elizabeth II (CNN)

RIAU24.COM - Dengan kematian ibunya, Ratu Elizabeth II pada Kamis (8/9/2022), Pangeran Charles resmi menjadi raja Inggris dan 14 kerajaan lainnya. Ini mengakhiri penantian lebih dari 70 tahun, waktu terpanjang oleh pewaris dalam sejarah Inggris.

Perannya sendiri diklaim akan 'menakutkan'. Mendiang ibunya sangat populer dan dihormati, tetapi ratu berusia 96 tahun itu meninggalkan keluarga kerajaan yang reputasinya ternoda dan hubungan yang menengang, termasuk tuduhan rasisme terhadap pejabat Istana Buckingham.

Charles menghadapi tantangan itu pada usia 73 tahun, raja tertua yang naik takhta dalam garis keturunan yang berasal dari 1.000 tahun yang lalu. Ia naik takhta bersama dengan istri keduanya, Camilla, yang kini menjadi Permaisuri Inggris Raya.

'Pelanggar' Tradisi

Sepanjang hidupnya, Charles telah terjebak di antara monarki yang modern. Ia berusaha menemukan tempatnya dalam masyarakat yang dinamis dan lebih egaliter, sambil mempertahankan tradisi lama dalam institusi tersebut.

Disiapkan untuk menjadi raja suatu hari, Charles Philip Arthur George lahir di Istana Buckingham pada 14 November 1948, pada tahun ke-12 pemerintahan kakeknya, Raja George VI. Pada saat usia 3 tahun, ia disahkan menjadi pewaris setelah ibunya menjadi ratu pada tahun 1952.

Seperti mengutip CNBC, tak seperti pendahulunya yang dididik oleh tutor pribadi, Charles 'melanggar tradisi' dengan mengenyam pendidikan di sekolah Hill House di London Barat sebelum menjadi asrama di Cheam School di Berkshire. Perlu diketahui ayahnya Pangeran Philip kemudian menjadi kepala sekolah.

Dia kemudian dikirim ke Gordonstoun, sekolah asrama di Skotlandia tempat Philip juga belajar. Dia menggambarkan waktunya di sana sebagai neraka, di mana dia kesepian dan diintimidasi.

Melanggar tradisi lagi, ia pergi ke Trinity College, Cambridge. Ia di sana untuk belajar arkeologi dan antropologi fisik dan sosial tetapi kemudian berubah menjadi sejarah.

Selama studinya, ia secara resmi dinobatkan sebagai Pangeran Wales. Itu gelar yang secara tradisional dipegang oleh pewaris takhta, pada sebuah upacara besar pada tahun 1969.

Ini didapatnya setelah menghabiskan sembilan minggu di sebuah universitas Welsh. Tahun berikutnya ia menjadi pewaris Inggris pertama yang menerima gelar.

Seperti banyak bangsawan sebelumnya, ia bergabung dengan angkatan bersenjata. Awalnya dengan Angkatan Udara Kerajaan pada tahun 1971 dan kemudian dengan Angkatan Laut, memimpin kapal penyapu ranjau HMS Bronington, sebelum mengakhiri layanan aktif pada tahun 1976.

Sebagai seorang pangeran muda, ia merupakan sosok gagah dan sporty yang menyukai ski, selancar, dan scuba diving. Dia adalah pemain polo dan juga menjadi joki di sejumlah balapan kompetitif.

Pada tahun 1979, paman buyutnya Lord Mountbatten terbunuh dalam pemboman Tentara Republik Irlandia (IRA), kehilangan yang sangat mempengaruhinya. Charles sendiri menggambarkan sosok paman buyutnya sebagai "kakek yang tidak pernah saya miliki".

"Sepertinya fondasi dari semua yang kita sayangi dalam hidup telah terkoyak dan tidak dapat diperbaiki lagi," kata Charles saat itu, melansir Reuters.

Saat meninggalkan Angkatan Laut pada tahun 1976 ia mencari peran dalam kehidupan publik karena tidak ada pekerjaan konstitusional yang jelas untuk ahli waris. Ia mengatakan bahwa harus "menggantinya seiring berjalannya waktu".

"Itulah yang membuatnya begitu menarik, menantang dan tentu saja rumit," katanya tentang perannya dalam sebuah film dokumenter untuk menandai ulang tahunnya yang ke-70.

Diana dan Skandal Perselingkuhan

Namun, bagi banyak orang di Inggris dan sekitarnya, Charles akan selalu dikaitkan dengan pernikahannya yang gagal dengan Lady Diana Spencer. Lalu, apalagi kalau bukan perselingkuhannya dengan Camilla Parker Bowles, yang kini menjadi istri keduanya.

Ia menikah dengan Diana pada tahun 1981, di mana kemudian lahir putra William dan Harry masing-masing lahir pada tahun 1982 dan 1984. Semua awalnya tampak baik-baik saja, namun di balik layar, pernikahan itu memiliki masalah.

Diana menyalahkan Camilla atas kehancuran pernikahanya dengan Charles pada tahun 1992. "Ada tiga dari kami dalam pernikahan ini," merupakan kalimat terkenal yang dilontarkan Diana dalam sebuah wawancara TV.

Charles mengatakan dia tetap setia sampai (pernikahan) menjadi rusak tak dapat diperbaiki. Kemudian pasangan ini bercerai pada tahun 1996. Setahun kemudian, pada 1997, Diana terbunuh dalam kecelakaan mobil di Paris.

Akibat peristiwa ini, ada banyak pers yang menentang Charles dan Camilla, dan popularitas publiknya merosot. Meski lambat laun posisinya kembali meningkat, Charles tetap kurang populer daripada ibunya.

Pada tahun 2005 ia akhirnya menikahi Camilla. Meski telah meninggal, bayangan Diana tetap ada, dan hidupnya terus memikat publik.

Selama bertahun-tahun, Diana telah menjadi subjek film besar dan musikal Broadway. Bahkan hubungan Charles dan Diana menjadi kisah drama hit Netflix berjudul "The Crown".

(***)