Menu

Jalan Lintas Pesisir di Rohil Rusak Parah, Sejumlah Penghulu Mengadu ke Syafruddin Iput

Riko 15 Dec 2022, 18:48
Jalan Lintas Pesisir Rusak Parah, Sejumlah Penghulu Mengadu ke Syafruddin Iput
Jalan Lintas Pesisir Rusak Parah, Sejumlah Penghulu Mengadu ke Syafruddin Iput

RIAU24.COM - Sejumlah penghulu dari Kecamatan Kubu Rohil Kamis (15/12/2022) menemui anggota DPRD Riau dari Dapil Rohil Syafruddin Iput. Mereka menyampaikan terkait kerusakan jalan di jalur lintas pesisir Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) makin parah

"Kondisinya sekarang jalan lintas pesisir di Kubu itu tidak bisa dilewati, akhirnya menumpang lewat jalan perusahaan, aksesnya terbatas dan kondisi ini menyulitkan masyarakat,"ujar Kepala Penghulu atau Kepala Desa Sungai Segajah Kamaruzaman.

Jalan lintas Pesisir ini merupakan jalan milik Provinsi Riau yang menghubungkan Bagansiapiapi Kubu hingga Pasir Limau Kapas, akibat jalan yang rusak parah ini harga jual produk pertanian dan perkebunan masyarakat jauh menurun.

"Misalnya sawit kalau harganya di luar Rp1700 maka di tempat kami paling hanya Rp1000 perkilo, ini tent menyulitkan kami,"ujar Kamaruzaman.

Selain Kamaruzaman, hadir juga Kepala Penghulu Sungai Kubu Bulkrim, Penghulu Rantau Panjang Kanan Ramli, Mantan Penghulu Sungai Segajah Jaya Salman.

Sebenarnya sudah tiga kali ada rencana peningkatan jalan jalur pesisir ini dan bahkan sudah ada pemenang tendernya hanya saja sejumlah persoalan akhirnya pembangunan jalan ini tidak berjalan sesuai rencana.

Ketua Fraksi Gerindra Syafruddin Iput yang juga berasal dari Dapil Rohil ini mengakui sudah menemui Gubernur menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat tersebut.

"Pak Gubernur sudah bersedia untuk memperbaiki untuk jalan tersebut bisa langsung difungsikan masyarakat secepatnya,"ujar Iput.

Masyarakat dan DPRD Riau dari Rohil ini mengharapkan kedepannya Unit Layanan Pengadaan Pemprov Riau bijak tentukan kontraktor yang akan memperbaiki jalan tersebut.

"Kita tidak menyalahkan kontraktor, memang medannya sulit dan harapan kita kalaupun ada nanti pemenangnya di 2023 disesuaikan betul anggaran dengan kondisi wilayahnya, sehingga tidak terjadi lagi seperti sebelumnya,"ujar Iput.