Menu

Cara Ini Dinilai Tepat Agar Suara Rakyat Tak Terbelah di Pilpres 2024

Azhar 28 May 2023, 07:44
Menduetkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menjadi pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2024 dapat mencegah terbelahnya suara rakyat. Sumber: detik.com
Menduetkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menjadi pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2024 dapat mencegah terbelahnya suara rakyat. Sumber: detik.com

RIAU24.COM - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago meyakini menduetkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menjadi pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2024 dapat mencegah terbelahnya suara rakyat.

Alasan pertama karena adanya poros baru dalam perebutan kursi presiden dan wakil presiden 2024 dikutip dari rmol.id, Minggu, 28 Mei 2023.

Menduetkan pasangan ini juga sebagai respons sikap PPP yang mendukung bacapres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

"Munculnya Airlangga-Zulhas tentu akan memunculkan, apakah narasi persatuan atau poros baru apa yang akan dimunculkan. Tapi ini juga menggembirakan dalam pilpres, karena ketika memang Airlangga-Zulhas muncul di publik untuk Pilpres 2024 mungkin cukup mewarnai (pemilu)," ujarnya.

Dengah hadirnya poros baru dapat membendung sikap masyarakat untuk terbelah menjadi dua kelompok.

Sebab, semakin sedikit pasangan Pilpres, maka indikasi ketegangan politik masyarakat yang berbeda pilihan semakin besar.

"Kita tidak terjebak lagi soal porosisasi dan lainnya, karena ketika dua pasang capres dan lainnya, ini juga akan mewarnai bahwa ada pilihan-pilihan yang cukup untuk dipilih. Dengan semakin banyak poros di Pilpres 2024 maka semakin baik," ujarnya.