Menu

Cerita Michael Buonocore, Pemilik Kadar Gula Darah Tertinggi di Dunia

Devi 12 Sep 2023, 15:07
Cerita Michael Buonocore, Pemilik Kadar Gula Darah Tertinggi di Dunia
Cerita Michael Buonocore, Pemilik Kadar Gula Darah Tertinggi di Dunia

RIAU24.COM -  Memiliki kadar gula darah tinggi jadi ancaman kesehatan bagi setiap orang. Tak terkecuali Michael Patrich Buonocore, pria asal New Jersey, Amerika Serikat yang tercatat pernah memiliki kadar gula darah tertinggi.
Buonocore memecahkan rekor dan tercatat sebagai pemilik kadar gula darah tertinggi di dunia versi Guinness World Records. Tak tanggung-tanggung, kadar gula darahnya pernah mencapai 21 kali lipat dari batas normal.

Kejadian ini terjadi pada tahun 2008 lalu. Kala itu, Buonocore masih bocah berusia 6 tahun. Tapi, kadar gula darahnya mencapai 2.656 mg/dL.

Normalnya, kadar gula darah anak berkisar antara 100-200 mg/dL. Lebih dari 500, seseorang berisiko mengalami koma.

Beruntung, Buonocore bisa selamat dari peristiwa tersebut dan bertahan hidup hingga saat ini. Kini, dia telah berusia 21 tahun.

Tim dokter yang menangani menyebut peristiwa tersebut sebagai keajaiban.

Dikira flu biasa


Kejadian itu terjadi saat Buonocore sedang berlibur di Pennsylvania untuk merayakan Paskah bersama keluarganya. Kala itu, ia mulai sakit-sakitan.

"Awalnya, kami mengira itu hanya flu biasa. Jadi kami tak berbuat apa-apa," ujarnya mengenang kejadian tersebut, menukil laman Guinness World Records.

Namun setelah tiga hari, gejala semakin memburuk. Ia mulai kehilangan kemampuan untuk berjalan. Ia pun dibawa ke rumah sakit terdekat.

Hasil pemeriksaan memperlihatkan kadar gula darahnya yang melesat tinggi. Ia didiagnosis mengidap diabetes tipe-1. Hal itu jelas membuat orang tuanya merasa kaget.

Buonocore kemudian menjalani perawatan di rumah sakit selama dua minggu.

"Para dokter tidak hanya menyelamatkan hidup saya, tapi juga membimbing saya dan orang tua saya untuk mengajari kami cara menjaga kadar gula darah agar hal itu tidak terjadi lagi," ujarnya.

Saat ini, Buonocore harus mengonsumsi insulin karena pankreasnya tak dapat memproduksi insulin sendiri. Ia juga mengatur asupan karbohidratnya.

Tak cuma itu, ia juga rutin berolahraga dengan intens. Menurutnya, hal ini membantunya dapat mempertahankan tingkat diabetesnya.

"Saya merasa baik-baik saja dan memiliki semua peralatan yang diperlukan untuk menjaga diri tetap sehat," ujarnya.

Ia juga merasa senang dengan rekor yang dipegangnya saat ini. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi rekor tersebut tak ubahnya motivasi hidup baginya. Motivasi yang memperlihatkan bahwa seberat apa pun rintangan hidup yang datang, setiap orang pasti bisa melewatinya.

"Saya melihatnya sebagai momen tergelap, meski saya berusia 6 tahun saat itu. Tapi saya masih jadi yang teratas, dan mampu bertahan serta beradaptasi," ujarnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa penyakit diabetes adalah hal yang sangat menakutkan. Ia berpesan pada siapa pun yang mengidap penyakit sama untuk rutin memeriksa kadar insulin dan mengonsumsi insulin dalam jumlah yang tepat.

"Jangan pernah biarkan hal itu [penyakit kronis] menghentikan Anda melakukan apa pun yang Anda sukai. Temukan cara untuk membantu diri sendiri," ujarnya. ***