Menu

Tewaskan 2 Orang, Berikut Sederet Fakta Penembakan Massal di Rotterdam Belanda

Rizka 29 Sep 2023, 12:38
Penembakan Massal di Belanda
Penembakan Massal di Belanda

RIAU24.COM Polisi Belanda menangkap seorang pria bersenjata yang membunuh seorang dosen, seorang wanita setempat dan putrinya. Penembakan ini dilakukan di ruang kelas di kampus rumah sakit universitas di Rotterdam dan sebuah rumah di dekatnya pada Kamis (28/9).

Melansir news.detik.com, berikut sederet fakta yang diketahui sejauh ini terkait insiden penembakan massal di Rotterdam, Belanda:

1. Terjadi di Dua Tempat

Dilansir AFP, penembakan massal terjadi di dua tempat terpisah di Rotterdam, Belanda. Kepala polisi Fred Westerbeke mengatakan penembakan pertama terjadi di sebuah rumah. Kemudian pelaku pindah dan melakukan penembakan ke ruang kelas di rumah sakit Erasmus MC.

"Pertama terjadi penembakan di lantai empat. Empat atau lima tembakan dilepaskan. Kemudian bom molotov dilemparkan ke pusat pendidikan," kata seorang mahasiswa kedokteran yang dikutip oleh RTL Nieuws, yang tidak menyebutkan namanya.

2. Tewaskan 2 Orang dan 3 Terluka

Insiden penembakan massal di dua tempat berbeda di Rotterdam itu mengakibatkan korban jiwa. "Dua insiden penembakan di Rotterdam telah memakan korban jiwa," kata polisi setempat kota tersebut dalam pernyataan di akun media sosial X (sebelumnya Twitter).

Sebanyak dua orang tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Seperti dilansir AFP, satu korban tewas adalah seorang wanita berusia 39 tahun dan putrinya berusia 14 tahun mengalami luka serius. Sementara korban tewas lainnya merupakan seorang guru berusia 46 tahun.

3. Pelaku Sempat Bakar Rumah Sakit

Pelaku penembakan massal di Rotterdam itu juga disebut sempat membakar sebuah rumah sakit. Berdasarkan kantor berita lokal ANP, kebakaran terjadi di rumah sakit, pusat medis Erasmus MC.

Saat itu, polisi setempat langsung menyerbu rumah sakit, ketika petugas medis yang panik keluar dari gedung sambil mendorong pasien dengan kursi roda dan tandu.

"Ada banyak kepanikan dan teriakan... Saya tidak mendengar suara tembakan apa pun, hanya kepanikan dan itulah yang saya mulai bertindak," lembaga penyiaran publik NOS mengutip pernyataan saksi mata lainnya.