Menu

Nasib Tragis Wanita Brasil, Otak 'Rusak' usai Endus Cabai Super Pedas

Devi 4 Oct 2023, 20:04
Nasib Tragis Wanita Brasil, Otak 'Rusak' usai Endus Cabai Super Pedas
Nasib Tragis Wanita Brasil, Otak 'Rusak' usai Endus Cabai Super Pedas

RIAU24.COM -  Seorang wanita berusia 25 tahun asal Brasil dirawat di rumah sakit selama enam bulan setelah mengendus cabai super pedas. Setelah kejadian yang semula dinilai tidak berbahaya ini, ia mengalami pembengkakan otak.
Dikutip dari Times of India, insiden ini menimpa Thais Medeiros de Olivera pada malam di Februari lalu, ketika ia dan pacarnya dilaporkan sedang menyiapkan makan malam untuk orang tuanya di kota Anápolis, Brasil.

Menurut situs Globo Brasil, Thais mengendus jenis pickeled goat pepper yang tajam yang populer di wilayah tersebut. Thais juga dilaporkan sempat mengusap hidungnya. Akibatnya, ia tidak dapat berbicara juga berjalan.

Pickled goat pepper dikenal dengan intensitas kepedasannya, dengan peringkat Scoville berkisar antara 15.000 hingga 30.000. Sebagai informasi, skala Scoville adalah pengukuran kepedasan atau panasnya cabai dan zat lainnya. Skala ini dicatat dalam satuan panas Scoville (SHU).

 
Setelah kejadian itu, Thais mulai mengalami tenggorokan gatal yang cepat memburuk. Dia dibawa ke rumah sakit setempat di Anápolis. Kemudian, dia dipindahkan ke sebuah fasilitas di kampung halamannya di Goiânia.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Thais mengidap edema yang mengakibatkan pembengkakan otak parah. Pembengkakan ini diyakini dipicu oleh reaksi alergi terhadap cabai yang tajam. Kondisinya memburuk hingga dia menghabiskan beberapa hari dalam keadaan koma.

Edema mengacu pada pembengkakan akibat penumpukan cairan dalam jaringan tubuh. Gejalanya meliputi sakit kepala, nyeri atau kekakuan pada leher, kehilangan penglihatan secara keseluruhan atau sebagian, perubahan kesadaran atau kondisi mental, mual, muntah, dan pusing.

Thais juga sebelumnya merupakan pengidap penyakit bronkitis dan asma, penyakit penyerta tersebut membuat pemulihannya menjadi lebih berat.

Awalnya, dia keluar dari rumah sakit pada tanggal 31 Juli dan dalam proses pemulihan. Sayangnya, dia dirawat kembali hanya empat hari kemudian setelah mengalami demam tinggi dan mengeluarkan air seni berwarna kemerahan.

Dia seharusnya bisa pulang dari rumah sakit pada tanggal 10 Agustus. Namun, ia mengalami bronkospasme, kondisi yang menyebabkan penyempitan saluran udara di paru-paru.

Saat ini, Thais masih berada di rumah sakit dan belum ada tanggal pasti kapan ia bisa keluar. ***