Menu

Rusia Cabut Investasi dari Proyek Kebanggaan Jokowi, Airlangga Buka Suara

Zuratul 6 Oct 2023, 10:30
Rusia Cabut Investasinya dari Proyek Kebanggan Jokowi Ini, Begini Respons Airlangga. (ruangenergi.com/Foto)
Rusia Cabut Investasinya dari Proyek Kebanggan Jokowi Ini, Begini Respons Airlangga. (ruangenergi.com/Foto)

RIAU24.COM - Menko Bidang Perekonomian Airlangga hartanto merespon terkait soal dugaan Rusai cabut dari proyek kebangga Jokowi. 

Airlangga saat ini akan mencari partnet lain untuk mendukung PT Pertamian (Persero) membangun proyek New Grass Root Refinery anad Petrochemical (NGRR) Tuban atau Kilang Tuban di Kabupaten Tiban, Jawa Timur. 

Pencarian partner baru ini imbas dari tersendatnya pembangunan Kilang Tuban karena salah satu pemegang sahamnya asal Rusia Rosneft terkendala ekonomi geopolitik dengan Ukraina. 

Sebagaimana diketahui, Kilang Tuban menjadi Proyek kebangga Presdien RI Joko Widodo (Jokowi) karena masuk dalam Proyek Strategis Nasionak (PSN). 

Saat ini, Pertamian memiliki kepemilikan saham 55% di Kilang Tuban, sementara Rosneft sendiri 45%. 

Airlangga menyebutkan, situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina membuat Rusia dikucilkan termasuk investasinya.

"Karena Rusia menghadapi blokade dan persoalan ekonomi dan geopolitik sehingga mungkin sulit untuk melanjutkan (investasi). Dicarikan partner lain," ungkap Airlangga usai Rapat Terbatas terkait PSN di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (6/10/2023).

Namun sayang, Airlangga tidak menegaskan apakah Rosneft benar-benar akan hengkang dari investasi Kilang Tuban, Airlangga hanya meminta Pertamina untuk mencari investor baru.

"Karena Rusia kan kena masalah geopolitik dan kesulitan untuk investasi dan tentunya minta kepada BUMN dan Menteri ESDM untuk memastikan refinery diperlukan tetapi investornya bisa kita, bisa dicarikan yang lain," kata Airlangga.

Selain itu ia juga menegaskan proyek Kilang Tuban ini tetap masuk sebagai Proyek Strategis Nasional. 

"PSN-nya masih karena kan proyeknya kan masih cuma partnernya yang harus dicarikan baru," ungkap Airlangga.

Asal tahu saja, Kilang Tuban memiliki nilai investasi mencapai US$ 3,8 miliar atau sekitar Rp 54,2 triliun. 

Kilang Tuban direncanakan akan mengolah sebanyak 300.000 barel per hari yang diperkirakan dapat menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel.

(***)