Menu

BNNP Riau Gagalkan Peredaran 19 Kg Sabu dan 19 Ribu Ekstasi

Khairul Amri 31 Oct 2023, 21:54
Foto. Istimewa
Foto. Istimewa

RIAU24.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau memusnahkan 19,5 kilogram sabu dan 19.453 butir pil ekstasi, Selasa, 31 Oktober 2023.

Pemusnahan dilakukan di halaman BNNP Riau. 19,5 kilogram sabu itu dimusnahkan ke dalam air mendidih dan 19.453 butir pil ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender.

Pengungkapan berawal dari adanya paket mencurigakan yang hendak dikirim dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Dari pihak Avsec dan Lanud menginformasikan kepada kita, kemudian kita uji, dan dinyatakan bahwa barang itu merupakan narkotika jenis sabu seberat tiga kilogram,” terang Kepala BNNP Riau, Brigjen Robinson DP Siregar.

Ia menambahkan, rencananya paket berisi narkotika itu akan dikirim menuju Banjarmasin.

“Kemudian kita lakukan pengembangan dan mengamankan dua orang inisial DS dan DA keduanya asal Bandung, Jawa Barat,” ungkapnya.

Dari pengembangan tersebut, petugas mengamankan barang bukti, total 19,5 kilogram sabu dan 19.453 butir pil ekstasi.

"Kasus ini adalah hasil pengembangan terhadap pengiriman narkoba yang dilakukan pelaku pada awal Oktober 2023, lalu. Petugas Avsec mencurigai sebuah paket lewar mesin X-ray cargo Bandara," kata Robinson, Selasa 31 Oktober 2023, siang. 

Dari temuan tersebut, Robinson mengatakan tim BNN Riau langsung melakukan pengembangan dan mendapati dua orang pelakunya di daerah Kota Pekanbaru. 

"Hasil penyelidikan, kita mendapatkan dua orang pelaku asal Jawa Barat inisial Dadan (36) dan Dion (33) yang tinggal di kostan Kecamatan Marpoyan Damai. Mereka ini sebagai kurir, yang diupah Rp10 juta oleh bandar narkoba," terang Robinson. 

Hasil interograsi, pelaku baru kali keduanya melakukan aksi nekatnya mengirimkan barang haram tersebut. Dimana pertama kali aksinya telah berhasil mengirimkan barang tersebut lewat ekspedisi. 

"Pelaku ini diperintahkan oleh bandar narkoba inisial A (DPO) untuk menjemput barang dan mengirimkan barang itu lewat jasa ekspedisi," pungkas Robinson.