Menu

Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun, Solihin GP Sempat 6 Kali Stroke

Rizka 5 Mar 2024, 11:31
Solihin Gautama Purwanegara
Solihin Gautama Purwanegara

RIAU24.COM Solihin Gautama Purwanegara alias Solihin GP tutup usia. Mantan Gubernur Jawa Barat ini meninggal dunia di usia 97 tahun, ia sempat enam kali mengalami stroke. 

“Almarhum enggak ada penyakit kronis cuma pernah kena stroke enam kali. Terakhir (stroke) sempat lumpuh tapi melalui berbagai upaya pengobatan akhirnya bisa jalan, cuma karena usia harus di kursi roda." 

Demikian kata anak ketiga Solihin GP, Satria Kamal saat ditemui di tempat persemayaman jenasah Solihin GP di Markas Komando II Kodam III Siliwangi, Jalan Sumbawa, Kota Bandung, Selasa (5/3).

Sebelum meninggal dunia, lanjut Satria, Solihin GP sempat tiga kali dilarikan ke rumah sakit di awal-awal tahun 2024. Solihin GP akhirnya mengembuskan nafas terakhir setelah dirawat 12 hari.

"Sempat tiga kali masuk RS Advent karena dehidrasi. Ditangani hanya dua hari sehat kembali, diberi vitamin cairan yang dibutuhkan tubuhnya segar kembali."

“Kemudian masuk lagi karena kurang asupan sudah usia malas makan akhirnya drop staminanya. Hanya dua malam saja terus kembali lagi masuk RS 12 hari," ujar dia. 

Dalam 12 hari, lanjut Satria, organ-organ tubuh bagian dalam Solihin GP yang melemah karena faktor usia mulai diserang penyakit.

"Diawali itu ada gangguan di paru-paru yaitu pneumonia. Ini ditangani ahli paru-paru, diberi antibiotik. Setelah sembuh lari ke jantung ada pembengkakan, ada cairan yang bikin jari tangan dan kaki membengkak." 

“Untuk jantung ditangani ahli jantung, secara medis dinyatakan membaik tapi mungkin karena usia sudah lanjut dan ada obat rutin berpengaruh akhirnya lari ke ginjal." 

“Dua kali cuci darah tapi reaksi yang didapat tidak seperti yang diharapkan. Segala upaya sudah dilaksanakan akhirnya subuh 02.45 WIB beliau dipanggil Yang Maha Kuasa," ungkap Satria. 

Satria mengatakan, tidak ada pesan atau amanat yang dikatakan Solihin GP di penghujung hayatnya untuk keluarganya. 

“Karena menjelang akhir hayat beliau sudah enggak bisa berkomunikasi," tandas dia.