Rocky Gerung soal Kasus MBG: Makan Siang Berubah jadi Ancaman Keracunan
RIAU24.COM -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan menyiapkan generasi emas Indonesia menuai kritik keras. Sejumlah kasus keracunan massal siswa setelah menyantap makanan MBG memunculkan pertanyaan serius terkait tata kelola, pengawasan, dan dugaan praktik korupsi dalam pelaksanaannya.
Hingga akhir September 2025, lebih dari 6.000 siswa di berbagai daerah dilaporkan mengalami keracunan akibat makanan MBG. Pemerintah menyebut angka resminya lebih kecil, namun skala kejadian dinilai tetap signifikan untuk sebuah program yang menyangkut keselamatan anak-anak.
Sejak awal, Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG dirancang untuk menghapus stunting, memperkuat daya pikir, dan menyiapkan bonus demografi. Program ini disebut sebagai “investasi peradaban” agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mampu bersaing di tingkat global.
Namun idealisme tersebut tergelincir di lapangan. Pelaksanaan MBG dianggap tergesa-gesa, kurang persiapan, dan kini menghadapi sorotan tajam publik setelah kasus keracunan berulang.
Kritik Keras Rocky Gerung
Pengamat politik Rocky Gerung menilai inti persoalan MBG bukan sekadar teknis, melainkan etika penyelenggaraan negara.