Mantan Presiden SBY Peringatkan Perang Dunia III Pecah, Desak PBB Lakukan Hal Ini...
RIAU24.COM - Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan penjelasan atas pengamatannya soal perang dunia ketiga yang menurutnya makin runcing belakangan ini.
SBY mengaku cemas dengan dan khawatir jika dunai mengalami prahara besar seperti perang.
"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," kata SBY dalam unggahan di X pada Senin (19/1).
Dia lalu berujar, "Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit."
Sejumlah studi melaporkan jika terjadi perang dunia dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa juga bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia.
SBY lantas membandingkan situasi dunia jelang Perang Dunia Pertama pada 1914-1918 dan Perang Dunia Kedua 1939-1945 dengan saat ini. Menurut dia, keduanya punya kesamaan.
Misalnya, muncul pemimpin-pemimpin dari negara-negara kuat yang haus perang, persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas.
SBY lantas menyarankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil inisiatif dengan mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly).
Agenda rapat itu, lanjut dia, membahas langkah-langkah nyata untuk mencegah potensi krisis dunia dalam skala besar, termasuk kemungkinan perang dunia baru.
"Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing," ujar SBY.
Meski nantinya seruan para pemimpin dunia itu tak dihiraukan tetapi setidaknya, lanjut dia, ada kesadaran dan upaya komunitas internasional untuk bertindak serta mencegah.
(***)