Menu

Pemda Diminta Tak Asal Contek Konsep Smart City

Azhar 14 May 2026, 16:20
Ilustrasi smart city. Sumber: pngtree
Ilustrasi smart city. Sumber: pngtree

RIAU24.COM - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA memerintahkan kepada kepala daerah tak asal tiru konsep smart city.

Pengembangan smart city harus disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta potensi masing-masing daerah, dikutip dari rmol.id, Kamis 14 Mei 2026.

Artinya, pembangunan kota cerdas tidak harus meniru daerah maupun negara lain.

"Sebab setiap wilayah memiliki tantangan, kondisi sosial, serta karakteristik yang berbeda," ujarnya.

"Smart city bukan soal menyeragamkan teknologi, tetapi bagaimana inovasi yang dibangun mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai konteks daerah masing-masing," tambahnya.

Beberapa daerah yang telah memulainya seperti Jakarta mengembangkan layanan publik digital terintegrasi.

Banyuwangi melalui program Smart Kampung.

Kemudian Makassar dengan layanan publik berbasis teknologi, dan Sumedang melalui penguatan digitalisasi desa.

Lalu Semarang mengembangkan strategi kota tangguh berbasis mitigasi risiko, Denpasar memperkuat pariwisata digital dan ekonomi kreatif yang didukung konsep green mobility serta pelestarian budaya lokal.