Menu

Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga

Devi 28 Oct 2025, 10:39
Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga
Rezeki yang Tak Selalu Wangi: Perjalanan Mahyin Mengubah Limbah Sapi Menjadi Harapan Keluarga

Selama masa itu, warga harus mengaduk campuran berkali-kali agar proses penguraian berjalan sempurna.

“Dalam dua bulan bisa tujuh sampai delapan kali diaduk. Setelah itu disaring, dijemur, digiling, lalu dikemas. Semua masih dilakukan dengan tangan,” jelas Mahyin.

Tidak ada mesin besar. Tidak ada proses instan. Yang ada hanya ketekunan warga yang percaya bahwa limbah bisa memiliki nilai.

Dari proses tersebut, kelompoknya mampu menghasilkan empat hingga lima ton pupuk padat dalam sekali produksi. Selain itu, mereka juga menghasilkan pupuk cair yang mulai dipasarkan ke berbagai daerah.

Pupuk padat dijual sekitar Rp3.000 per kilogram, sedangkan pupuk cair dipasarkan Rp30 ribu per botol. Dalam satu siklus produksi, kelompok ini mampu memperoleh penghasilan bersih hingga jutaan rupiah.

Namun bagi Mahyin, angka itu bukan sekadar keuntungan.

Halaman: 678Lihat Semua